MEDIAJURNAL » Kriminal » Wartawan Betty Dibunuh Buruh Bangunan yang Kerja di Dekat Rumahnya

Wartawan Betty Dibunuh Buruh Bangunan yang Kerja di Dekat Rumahnya

Written by on |
Wartawan Betty

Wartawan Betty / Tribun News

Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan seorang wartawan wanita berana Nurbaety Rofiq alias Betty, 44 tahun. Komisaris Besar Khrisna Murti, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, mengatakan bahwa pelaku pembunuhan Nurbaety berjumlah empat orang dan sudah ditangkap tiga orang, dua di antaranya ditangkap di rumahnya masing-masing pada 20 juli 2015.

Menurut Khrisna, pelaku yang pertama kali ditangkap adalah yang berinisial B. Dari hasil rampasan harta Nurbaety, para pelaku memakainya untuk pesta miras. “Jadi kami amankan tiga orang. Pertama adalah B, orang yang mendapatkan hasil dan bersama-sama pelaku lain berfoya-foya minum-minuman keras,” kata Khrisna Murti, di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Juli 2015.

Kedua pelaku lain berhasil dilacak keberadaanya dari keterangan pelaku B. Pelaku B bukanlah aktor utama dari pembunuhan ini. Aktor utama dari aksi kejahatan tersebut adalah pelaku berinisial D, yang merupakan buruh bangunan di samping rumah korban dan saat ini statusnya masih buron. D merekrut B dan dua pelaku lainnya untuk melakukan aksi pencurian di rumah Nurbaety, di Perumahan Gaperi Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Advertisements

“B menceritakan semua, sehingga akhirnya kami tangkap dua pelaku lain. Mereka ingin mendapatkan uang dengan mudah untuk digunakan foya-foya dan beli minuman keras. Rencananya mereka masuk sekitar subuh atau setelah sahur,” terang Khrisna Murti, sebagaimana dilansir Tempo.co, Senin, 20 Juli 2015.

Senin, 6 Juli 2014, ketika mereka bertiga akan melancarkan aksi pencuriannya, mereka sudah ketahuan Nurbaety saat akan mencongkel pintu rumah dengan belati. “Akhirnya mereka masuk setelah sahur, dan ketika membongkar pintu dengan belati ternyata korban mengetahui,” lanjutnya.

Karena panik, para pelaku langsung menghabisi Nurbaety dengan senjata yang telah mereka siapkan sebelumnya, yaitu pisau dan belati. Jazad Nurbaety sendiri baru ditemukan 12 hari kemudian, Sabtu, 18 Juli 2015, dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Di dekat jasad korban ditemukan pisau yang berlumuran darah dan gembok untuk mengunci rumah.

Khrisna mengaskan bahwa aksi pembunuhan terhadap wartawan Nurbaety ini tidak ada hubungannya dengan profesinya sebagai jurnalis. Para pelaku akan dijerat pasal pasal 365 pencurian dengan kekerasan dan pasal 340 pembunuhan. “Sama sekali tidak ada kaitan dengan pekerjaan korban,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply