MEDIAJURNAL » Sosial » Wacana Sehari Tanpa Kendaraan Plat B di Bogor Dikecam Keras Kapolri

Wacana Sehari Tanpa Kendaraan Plat B di Bogor Dikecam Keras Kapolri

Written by on |
Kapolri Jenderal Sutarman

Kapolri Jenderal Sutarman / kompas.com

Wacana pemberlakuan satu hari tanpa kendaraan plat B oleh Pemerintah Kota Bogor menuai kecaman dari Kapolri Jenderal Sutarman. Menurut Sutarman, kebijakan itu bila jadi diberlakukan sangat menodai persatuan Indonesia karena mengkotak-kotakan wilayah RI.

Sutarman berpendapat plat nomor yang kewenangannya di bawah Polri itu berkaitan dengan wilayah Republik Indonesia, pengkotak-kotakan wilayah dengan kebijakan satu hari tanpa kendaraan plat B sama sekali tidak tepat. “Polri itu bicara wilayah Republik Indonesia. Jangan kotak-kotakan begitu, Jangan batas-bataskan daerah. Ini wilayah Indonesia” kata Sutarman di Mabes Polri, Rabu (16/9).

Jenderal Sutarman melihat wacana satu hari tanpa kendaraan plat B adalah upaya untuk menyederhanakan masalah yang menurutnya bisa diselesaikan dengan cara lain, Sutarman berpendapat membuat jalan yang lebih banyak adalah solusi yang lebih baik daripada kebijakan satu hari tanpa kendaraan plat B.

Advertisements

“Orang datang itu kan hikmah. Rumus ekonomi kita kan seperi ini, ada daya tarik maka orang akan datang lalu menginap, belanja, dan makan, Kalau macet bikin jalannya dong, bikin kenyamanan” terangnya.

Selain hal-hal di atas, Sutarman juga khawatir kebijakan kontroversi itu akan menjadi ajang balas berbalas antar daerah, seperti pelarangan balik kendaraan plat F (Bogor) untuk melwati jalan-jalan Jakarta.

Mengutip dari JPNN, Rabu (17/9/2014), Sekali lagi Sutarman menegaskan bahwa undang-undang tidak melarang setiap kendaraan berada di wilayah lain. “Jangan begitu bikin aturan, UU Lantas tidak melarang pelat nomor Jakarta masuk ke suatu wilayah,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply