Tatang Koswara, Sniper Terbaik Indonesia yang Telah Jadi Legenda Wafat

Oleh: - 4 Maret 2015  |

Instagram

Tatang Koswara
Tatang Koswara (galamedianews.com)

Peltu Tatang Koswara, legenda seniper dunia asal Indonesia telah berpulang pada Selasa (3/3/2015). Pria 68 taun itu meninggal di sela-sela proses syuting acara talk show Hitam Putih di stasiun televisi Trans 7.

Kabar meninggalnya tatang dikonfirmasi sendiri oleh pembawa acara Hitam Putih, Dedy Corbuzier, lewat akun twitternya. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Bapak Tatang Koswara memejamkan mata tuk terakhir kalinya. #hitamputihberduka,” tulis Dedy, Senin (3/3/2015).

“Sebelum meninggal beliau berkata pada saya: “darahku di merah putih” sejenak stlh itu beliau terkena serangan jantung. #hitamputihberduka,” tulisnya lagi di Twitter.

Baca juga:

Diwartakan Viva.co.id, Senin (3/3/2015), dalam proses syuting Hitam Putih, Tatang ditemani Tatang ditemani Letda Sahlan Rambe dari Puspen Mabes TNI. Teguh Usis, Executive Producer dalam program tersebut menuturkan, sesaat sebelum Tatang wafat, almarhum sempat mengeluh sakit di bagian dadanya.

Tatang kemudian pingsan lalu dilarikan ke rumah sakit hingga mengembuskan napas terakhirnya. Hari ini, Selasa (4/3/2015), jenazah Tatang akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat.

Nama Tatang mendunia setelah dia masuk dalam daftar sniper terbaik di buku 14 sniper terbaik dunia karya Peter Brookesmith. Selama bertugas di Timor-Timor sejak tahun 1975 Tatang menjadi sniper paling ditakuti oleh pihak musuh karena kemampuannya yang dikenal mematikan.

Sebelum mengakhiri karirnya di militer, pangkat terakhir dari Tatang Koswara adalah Peltu. Terakhir Tatang bersama keluarganya tinggal di kawasan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, bersama istri, empat anak, dan tujuh cucu.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan