MEDIAJURNAL » Kriminal » Tasdik Bunuh Ayah dan Ibunya Karena Tak Dibelikan Trail dan Android

Tasdik Bunuh Ayah dan Ibunya Karena Tak Dibelikan Trail dan Android

Written by on |
Tasdik, Pembunuh Orangtua

Tasdik, Pembunuh Orangtua / krjogja.com

Sungguh keji, seorang pemuda 21 tahun tega menghabisi nyawa kedua orang tuanya hanya karena menolak untuk membelikan motor trail dan sebuah ponsel Android. Kejadian tragis itu terjadi di rumah korban dan juga pelaku di Dukuh Arjun, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, pada Selasa (9/12/2014).

Pelaku diketahui bernama Tasdik, sementara kedua korban yang merupakan orang tuanya adalah Warno (52) dan Susminah (45). Saat kejadian, sekira pukul 24.00, Warno memarahi Tasdik agar jangan meminta dibelikan macam-macam seperti ponsel dan motor.

Selesai memarahi tasdik, Warno tidur di sofa rumahnya. Saat mengetahui ayahnya telah tertidur, Tasdik memukul kepala ayahnya dengan palu berkali-kali hingga tewas. Aksi keji itu dilakukan Tasdik sekira pukul 01.00 WIB, atau selang sejam setelah sang ayah memarahinya.

Advertisements

Tak puas sampai di situ, Tasdik kemudian menyerang ibunya yang berlari menyelamatkan diri ke depan rumah. Dengan begitu sadis, Tasdik membacok ibunya berkali-kali dengan golok. Keributan tersebut terdengar sampai tetanggan, lalu para tetangga berusaha menolong Susminah. Pelaku yang masih kalap malah menyerang tetangga yang berusaha menolong ibunya.

“Saat itu, ada tiga tetangga korban mencoba menolong. Namun mereka justru diserang pelaku dengan golok dan batu. Dua orang terluka akibat tebasan golok dan satu lagi luka akibat pukulan batu di kepala,” kata Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo, dilansir Suara Merdeka, Kamis (11//12/2014).

Susminah akhirnya tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Adapun pelaku berhasil dilumpuhkan setengah jam setelah kejadian. Saat ini pelaku diamankan di mapolres Brebes guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang tersangka menjalani proses penyelidikan di Mapolres Brebes. Dari tangan pelaku, kami mengamankan golok dan martil yang digunakan untuk membunuh kedua orang tua kandung,” lanjut AKBP Ferdy.

AKBP Ferdy membenarkan bahwa Tasdik mengamuk lantaran permintaannya untuk dibelikan motor trail dan ponsel Android tidak dituruti kedua orang tuanya. Polisi belum bisa memastikan apakah pembunuhan yang dilakukan Tasdik direncanakan atau tidak.

“Kalau soal itu (direncanakan-Red), kami masih mengembangkan penyelidikan kasus tersebut,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply