MEDIAJURNAL » Bisnis » Takut Diboikot, Starbucks Bantah Danai Israel Serang Gaza Palestina

Takut Diboikot, Starbucks Bantah Danai Israel Serang Gaza Palestina

Written by on |
Starbucks di Doha, Qatar

Starbucks di Doha, Qatar / umich.edu

Aksi Boikot yang digalakkan oleh masyarakat dunia terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel rupanya membuat gentar Jaringan kedai kopi raksasa dunia Starbucks. Beberapa waktu lalu Starbucks disebut turut mendanai Israel dalam melancarkan operasi militernya ke Gaza Palestina.

Tak ingin gosip tersebut terus berkembang dan membuat bisnisnya bermasalah, CEO dari Starbucks, Howard Schultz, akhirnya melakukan klarifikasi. Lewat Jim Olson, juru bicaranya, Howard Schultz menyatakan bahwa Starbucks sama sekali tak berafiliasi dengan Israel apalagi sampai membiayai biaya perang Israel.

“Starbucks tidak mendukung dan tak ada kaitannya dengan semua penyebab ketegangan politik dan agama, begitu juga dengan Howard (CEO Starbucks), Tak ada dukungan finansial dari Howard atau perusahaan untuk pemerintah Israel untuk tujuan apapun” ungkap Jim Olson dikutip dari CNN Money, Minggu (10/8/2013).

Advertisements

Bahkan Howard Schultz membuat pernyataan yang cukup mengejutkan bahwa sejak 2003 tidak ada lagi kedai kopi Starbucks di Israel karena tantangan bisnis, sayang tidak dijelaskan dengan rinci tantangan bisnis seperti apa yang dimaksudkan hingga membuat Starbucks menutup semua kedainya di Israel.

Sebelumnya Starbucks termasuk dalam daftar perusahaan yang harus diboikot demi simpati terhadap warga Gaza palestina, Daftar tersebut ada dalam aplikasi Android dan iOS bernama Buycott. Aplikasi Buycott sendiri cukup berhasil menggalang dukungan, tercatat lebih dari 240.000 terdaftar dalam aplikasi ini.

Related Posts.

Leave a Reply