MEDIAJURNAL » Nasional » Syafii Maarif Tolak Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jokowi

Syafii Maarif Tolak Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jokowi

Written by on |
Buya Syafii Maarif dan Presiden Jokowi

Buya Syafii Maarif dan Presiden Jokowi / maarifinstitute.org

Buya Syafii Maarif menolak permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan dirinya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Penasihat PP Muhammadiyah yang sekaligus Guru Besar UNY itu merasa dirinya sudah tidak perlu lagi jadi Wantimpres karena sudah pernah jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

“Saya serahkan kepada orang lain saja. Dulu saya pernah jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung selama 5 tahun, hampir sama dengan posisi Wantimpres. Cukuplah, tak perlu lagi,” kata Buya, dilansir merdeka.com, Sabtu (17/1).

Buya mengatakan, penolakan dirinya menjadi anggota Watimpres bukan berarti dia tidak mau memberikan nasihat kepada Presiden Jokowi. Menurut Buya, untuk menasihati presiden tidak harus duduk dalam anggota Watimpres.

Advertisements

“Sebagian di dalam, sebagian di luar. Saya pilih di luar. Bisa saja kalau hanya minta nasihat kan,” terangnya.

Buya mengaku bahwa dirinya selalu berharap pemerintahan Jokowi ke depan berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan seluruh rakyat Indonesia.”Ini harapan kita semua. Kalau tidak kasihan rakyat,” pungkasnya.

Dewan Pertimbangan Presiden rencananya akan resmi dilantik pada Senin (19/1/2014) mendatang di Istanan Negara. Tokoh-tokoh senior yang rencananya akan menjadi anggota Watimpres antara lain, Subagyo HS, Hendropriyono, Yusuf Kartanegara, Hasyim Mudzadi, dan Suharso Monoarfa

Related Posts.

Leave a Reply