MEDIAJURNAL » Kriminal » Siswa SMP Tewas Dibunuh Anak Punk Karena Tolak Berikan BlackBerry

Siswa SMP Tewas Dibunuh Anak Punk Karena Tolak Berikan BlackBerry

Written by on |
Foto Pembunuhan

Ilustrasi Pembunuhan / kemptonexpress.co.za

Seorang siswa SMP tewas ditusuk segerombolan anak punk yang memalaknya di sebuah halte, siwa nahas bernama Rian Putra (13) itu awalnya sedang duduk-duduk bersama enam temannya di depan halte Universitas Bina Darma, Jalan A Yani, Pelambang, pada Jumat (10/10/2014) sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban dan teman-temannya yang sedianya hendak berjalan kaki dari Sekayu ke Jakabaring itu tiba-tiba didatangi tiga orang anak punk berambut mohawk yang menggunakan motor vespa butut, ketiganya lalu meminta uang kepada Rian dan teman-temannya.

“Karena capek kami duduk di Halte Plaju cari minum, sebelum berjalan ke Jakabaring. Di sana kami didekati oleh tiga orang pelaku. Mereka itu seperti anak punk menggunakan anting, rambut mohak pakai motor vespa butut,” kata Pandu, saksi yang juga teman korban, Sabtu (11/10/2014)

Advertisements

Rian dan teman-temannya menuruti permintaan tiga pelaku dengan memberikan uang antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Namun para pelaku kemudian meminta ponsel pintar Blackberry milik Rian, karena Rian menolak memberikannya salah satu pelaku langsung menusuknya.

“Mereka minta HP Rian, tetapi oleh Rian tidak dikasihnya. Pelaku itu langsung menusuknya pakai pisau di dada,” terangnya.

Rian yang merupakan warga Desa Arisan Sari, Kampung 7, Kota Sekayu, Kabupaten Muba itu sempat dilarikan ke rumah sakit Muhamamdiyah Palembang, namun nyawanya tidak terselamatkan. Kompol Suryadi Sik, Kasat Reskrim Polresta Palembang mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas dari para pelaku dan sedang melakukan pengejaran untuk menangkapnya.

“Tiga orang pelaku, satu di atas motor dua menghampiri korban bersama teman-temanya. Mereka meminta uang dengan mengacungkan senjata tajam, Untuk pelaku sudah kita kenali identitasnya, kita akan berikan tidakan tegas kepada para pelaku, karena sudah berlaku sadis dan meresahkan.” kata Kompol Suryadi.

Related Posts.

Leave a Reply