MEDIAJURNAL » Sosial » Sepasang Pria Gay Ciuman di Bus, Ketahuan Sopir Langsung Diturunin

Sepasang Pria Gay Ciuman di Bus, Ketahuan Sopir Langsung Diturunin

Written by on |
Pasangan Gay

Pasangan Gay / aei-ideas.org

Sepasang pria homoseksual atau gay di Inggris diturunkan pakasa dari bus yang mereka tumpangi karena nekat berciuman di dalam bus. Salah satu pria gay itu diketahui bernama Jack James, dia mengatakan, pengusiran yang dialaminya terjadi pada tanggal 8 Oktober 2014 sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Saat itu Jack sedang pulang kerja dari London naik bus nomor 89 di dekat Blackheath bersama kekasih homonya. Saat dalam perjalan bersama kekasihnya, James memberikan ciuman mesra ke pacar gay-nya, aksi tersebut ternyata diketahui oleh sang sopir bus yang melihat dari kaca spion bus.

Sang supir bus yang diduga adalah seorang homofobia langsung marah mengetahui ada penumpang gay berciuman di busnya. Sopir tersebut berteriak tak ingin melihat aksi ciuman gay, dia juga menegaskan bahwa dalam bus yang dia kemudikan punya aturan.

Advertisements

“Saya tak mau melihat itu, Ini bus saya. Saya yang punya aturan” kata Jack menirukan ucapan sang sopir bus, dilansir dari dailymail.co.uk, Selasa (21/10/2014).

Supir bus kemudian memaksa Jack dan kekasihnya turun dari bus, tidak hanya mengusirnya dari bus, bahkan sang supir masih sempat memaki jack dan pacarnya bahwa mereka berdua dan para gaum gay tidak pantas hidup.

“Begitu kami turun dari bus, kami merasa sangat marah dan saya sampai gemetar, Bus itu kemudian berhenti lagi dan ia meneriaki kami bahwa kami bukan lelaki dan kami harus enyah,” lanjutnya.

Jack mengaku tidak terima dengan perlakuan sopir bus yang telah mengusir dan juga menghinda dirinya, Jack berniat mengajukan gugatan hukum terhadap sopir bus itu. “Sikap homofobia seperti ini tak bisa ditoleransi, Saya tengah mempertimbangkan untuk mengajukan laporan kepada polisi.” tegasnya.

Sementara itu, Ken Davidson, kepala operasional bus tersebut menyesalkan kejadian yang menimpa Jack dan kekasihnya, Ken menilai penumpang bus tak seharusnya dilecehkan seperti itu. “Semua pelanggan memiliki hak untuk menggunakan layanan kami tanpa rasa takut akan dilecehkan dan tindakan ofensif benar-benar tak bisa diterima.” ujar Ken Davidson.

Related Posts.

Leave a Reply