Said Aqil Siradj Nyatakan Tidak Ada Warga NU yang Menjadi Teroris ISIS

Oleh: - 26 Agustus 2014  |

Instagram

Said Aqil Siradj
Ketua NU Said Aqil Siradj (salam-online.com)

Meskipun gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) beroperasi di Irak dan Suriah namun dikabarkan gerakan teror ini sudah mulai masuk ke Indonesia, pemerintah bahkan menghimbau agar para ulama membentengi para umatnya agar tidak terjebak bergabung dengan ISIS.

Dalam diskusi ‘Indonesia Merespons Ancaman ISIS’ di Jakarta, Senin (25/8/2014) malam, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatui Ulama (NU) Said Aqil Siradj menyatakan bahwa bila ada warga Indonesia yang menjadi teroris bisa dipastikan orang tersebut bukanlah warga NU, menurutnya bila ada orang NU yang menjadi teroris itu artinya sudah keluar dari NU.

“Kalau ada teroris, pasti bukan dari NU. Kalau ada yang dari NU, berarti itu sudah keluar dari NU,” ungkap Said Aqil Siradj seperti dilansir dari Tribun News, Selasa (26/8/2014).

Baca juga:

Nahdlatui Ulama menurut Said Aqil Siradj mempunyai 2000 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, ribuan pesantren NU tersebut katanya mengajarkan ajaran agama Islam dengan jalan yang damai dan anti kekerasan, sehingga hal tersebut bisa mencegah para santri NU untuk terjebak dalam kegiatan terorisme.

Said Aqil Siradj menyatakan bahwa kegiatan atau gerakan teror semacam State of Iraq and Syria (ISIS) sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan sudah pasti tidak diridhoi oleh Islam, Allah, dan Al Quran.

“Apa yg dilakukan ISIS tidak diridhoi oleh Islam, Allah, dan Al Quran. Dikutuk itu sama Al Quran. Perilaku kekerasan tidak dibenarkan oleh Islam. Orang baru saja mengangkat pisau sudah mendapatkan laknat Allah,” pungkasnya.

Berita Terkait.

Tinggalkan Balasan