MEDIAJURNAL » Kriminal » Sadis! Gajah Dibunuh Untuk Diambil Gadingnya Lalu Dijual Rp 10 Jutaan

Sadis! Gajah Dibunuh Untuk Diambil Gadingnya Lalu Dijual Rp 10 Jutaan

Written by on |
Pemburu Gading Gajah

Pemburu Gading Gajah / harnas.co

Beberpa hari lalu beredar sebuah foto seekor gajah yang mati tertembak dengan kondisi gading yang sudah hilang. Saat itu polisi menduga gajah tersebut mati karena dibunuh oleh kawanan pemburu gading gajah.

Dugaan polisi itu akhirnya terbukti benar, Selasa (10/2/2015), polisi berhasil meringkus 8 orang yang tergabung dalam komplotan pembunuh gajah tersebut. Kombes Pol Yohanes Widodo, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengatakan, kedelapan pelaku yang ditangkap adalah FA (50), HA (40), R (37), MU (52), S (30), R (30), I (25), dan AS (50).

Saat ditangkap, kawanan tersebut kedapatan menyimpan dua buah gading gajah dengan berat 40 kilogram, senapan laras panjang dengan peluru berkaliber 7,62MM serta sebuah kendaraan yang digunakan untuk operasional perburuan gajah.

Advertisements

“Kita telah mengamankan barang bukti berupa dua gading gajah seberat 40 kg, senpi laras panjang Mouser yang sudah dimodifikasi, enam butir peluru kaliber 7,62MM, 3 golok dua Kapak, satu unit Mobil Taft, dan delapan orang tersangka,” kata Kombes Pol Yohanes Widodo, dikutip dari Merdeka.com, Minggu (14/2/2015).

Dari komplotan tersebut, tersangka AS merupakan orang yang bertugas menembak gajah, sementara tersangka R bertugas sebagai penunjuk jalan saat berada di hutan. Otak dari aksi sadis tersebut adalah tersangka FA, yang menjual gading gajah dengan harga Rp 10 juta.

“Gading gajah itu dijual seharga Rp 10 juta, Sementara untuk tersangka AS merupakan eksekutor yang menembak gajah dengan senjata api, sedangkan tersangka R adalah penunjuk jalan. Tersangka FA itulah otak kriminalnya. Dia mengupah tersangka lainnya Rp 3 juta untuk uang jalan saja”

Kedelapan tersangka akan dijerat pasal 21 Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Mereka harus bersiap-siap merasakan dinginnya berada di balik jeruji penjara karena diancam dengan hukuman 5 tahun penjara.

“Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 21, huruf D Undang-Undang No 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Dengan ancaman lima tahun penjara, dan denda Rp 200 juta,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply