MEDIAJURNAL » Sosial » Ribut di Kelas, Siswa SD Ditampar dan Dipukul Guru Hingga Berdarah

Ribut di Kelas, Siswa SD Ditampar dan Dipukul Guru Hingga Berdarah

Written by on |
Ilustrasi Kekerasan

Ilustrasi Kekerasan / Shutterstock

Nov, Seorang Siswa SD yang berada di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur mengaku dipukul oleh gurunya hingga berdarah. Nov mengaku ditampar dan dipukul punggungnya oleh guru berinisial D yang juga menjadi wali kelasnya.

Akibat kejadian penganiayaan yang dilakukan gurunya terhadapnya, Nov mengaku sakarang menjadi takut setiap kali bertemu dengan guru yang memukulnya itu, padahal Nov masih betah bersekolah di sekolah tersebut.

“Saya ditampar pak guru sampai berdarah. Bagian punggung dipukul dua kali. Sekarang kalau setiap ketemu guru itu saya jadi takut. Padahal saya masih betah di sekolah itu,” katanya seperti¬†dilansir dari Berita Satu, Selasa (26/8/2014).

Advertisements

Oknum guru D mengakui bahwa dirinya memang telah memukul murid didiknya yang bernama Nov, namun dia menyatakan bahwa perbuatanya tersebut terjadi karena dirinya khilaf. D menjelaskan bahwa Nov sering bermain-main ketika jam pelajaran dan sudah beberapa kali dia ingatkan namun masih saja membandel.

Karena sudah habis kesabaran terhadap Nov akhirnya D memukul Nov, tapi dia menegaskan bahwa pukulan dia terhadap Nov tidak sampai membuat Nov berdarah. “Saya peringatkan Nov untuk tidak lagi bermain-main, tetapi hari berikutnya kembali diulangi. Saya sudah beberapa kali memperingatkan, Saya khilaf, saya pukul sekali, tapi tidak sampai keluar darah” ujar guru D.

Guru D mengaku bahwa selama dia menjadi guru hanya sekali itu dia memukul muridnya, dia menyatakan bahwa tugas guru adalah mengajar tidak ada guru yang berniat menyakiti muridnya. “Kejadian itu saya baru sekali ini. Kami sebagai guru, tugas kami mendidik. Tidak ada guru yang mau menganiaya muridnya. Mungkin ini terlepas emosinya,” kilahnya.

Related Posts.

Leave a Reply