MEDIAJURNAL » Sosial » Resmi, Denda Rp 500 Ribu Untuk Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Resmi, Denda Rp 500 Ribu Untuk Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Written by on |
Simulasi Penderekan Dishub DKI

Simulasi Penderekan Dishub DKI / tribunnews.com

Hari ini, Senin (8/9/2014), Dinas Perhubungan DKI Jakarta resmi memberlakukan sanksi denda sebesar Rp 500 ribu per hari bagi setiap kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Kendaraan yang parkir sembarangan tanpa ampun akan langsung diderek oleh petugas perhubungan DKI.

Syafrin Lupito, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan bahwa peraturan yang mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang ketertiban umum ini sudah mulai berlaku. “Mulai besok, mobil derek dapat langsung menderek kendaraan yang melanggar rambu larangan parkir,” kata Syafrin, Minggu (7/9/2014).

Syafrin Lupito menjelaskan bahwa sanksi tersebut hanya akan diberikan pada kendaraaan roda empat, adapun untuk tahap awal akan diberlakukan di lima kawasan yakni Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat), Apartemen Kalibata City (Jakarta Selatan), Pasar Jatinegara (Jakarta Timur), Jakarta Kota (Jakarta Barat), dan Jalan Marunda (Jakarta Utara).

Advertisements

Pengendara yang kendaraannya diderek bisa mengambil kendaraan tersebut di tiga lokasi yang sudah disiapkan oleh Dinas Perhubungan DKI yaitu Rawa Buaya, Pulogebang, dan Tanah Merdeka. Prosedur pengambilannya adalah pengendara melakukan SMS ke nomor yang sudah ditentukan kemudian nanti akan dituntun tata cara membayar denda oleh petugas.

“Pertama, pelanggar mengirimkan SMS ke 085799200900 dengan format Parkir spasi nomor kendaraan,” terang Syafrin, dilansir dari Tribun News, Senin (8/9/2014).

Setelah pemilik kendaraan melakukan transfer pembayaran denda, petugas Dinas Perhubungan DKI akan melakukan verifikasi pembayaran ke Bank DKI melalui cash management system (CMS). Setelah itu pemilik kendaraan bisa segera mengambil kendaraannya.

Pelanggar yang kendaraannya diderek diharapkan untuk segera mengambil kendaraanya karena biaya retribusi akan bertambah terus setiap harinya sebesar Rp 500 ribu. Bila pemilik kendaraan membiarkan kendaraannya tidak di ambil selama tiga hari biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 500 ribu x 3 = Rp 1,5 Juta.

Related Posts.

Leave a Reply