MEDIAJURNAL » Kriminal » Rampok Motor Kreatif, Jual Motor Rampasan Secara Online di Facebook

Rampok Motor Kreatif, Jual Motor Rampasan Secara Online di Facebook

Written by on |
Media Sosial Facebook

Media Sosial Facebook / venturebeat.com

Polisi dari jajaran Polsek Polsek Tembalang Semarang berhasil meringkus kawanan perampok motor yang meresahkan warga Semarang, para pelaku yang berhasil ditangkap rata-rata masih muda bahkan ada yang berusia di bawah umur.

Kelima peleku tersebut yaitu Lintang Fajri Angga Wijaya (20 tahun), warga Pucanggading, Andrianto (22), warga Mranggen, Wahyu kurniawan (21) warga Pucang Asri Semarang,  RAP (16) warga Pedurungan dan RA (18) warga Mranggen, Demak.

Para pelaku berhasil disergap saat melakukan aksi terakhirnya di Jalan Godang Raya No 2, pada Jumat (14/11/2014) lalu, Komplotan Lintang dikenal cukup sadis, dalam melakukan aksinya tak segan-segan mereka melukai korbannya.

Advertisements

Modus yang digunakan kawanan tersebut beragam, mulai dari berpura-pura makan di warung hingga pura-pura sakit di tengah jalan. Lintang mengaku, setiap kali mendapatkan motor rampasan, dia lalu mengunggah foto motor tersebut ke situs facebook menanti orang yang akan membelinya, Lintang mematok harga motor yang dijual online tersebut mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Motor curiannya biasanya saya upload di Facebook. Di situ saya jual online, ” kata Lintang di Mapolres Semarang, Senin (24/11/2014).

Kombes Djihartono, Kapolrestabes Semarang, mengatakan, Lintang dan teman-temannya sebelum melakukan perampasan motor biasanya minum-minuman keras serta minum pil trihex untuk menambah keberanian dan kesadisan mereka terhadap para calon korbannya.

“Tiap melakukan aksinya mereka biasanya mabuk dulu dan minum pil trihex, Ini sangat meresahkan warga Semarang,” ujar Kombes Djihartono, dilansir Viva News, Senin (24/11/2014).

Lintang dan kawan-kawan penjahatnya akan disangkakan dengan pasal Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, Kelimanya terancam hukuman penjara hingga 9 tahun. “Atas perbuatan para pelaku, mereka terancam Pasal 365 atau 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya.

Related Posts.

Berikan Komentar