MEDIAJURNAL » Nasional » Ramadhan Pohan Sebut PDIP Kena Karma Asal Njeplak Saat Beroposisi

Ramadhan Pohan Sebut PDIP Kena Karma Asal Njeplak Saat Beroposisi

Written by on |
Ramadhan Pohan

Ramadhan Pohan . merdeka.com

Getolnya Jokowi dan PDIP menekan Presiden SBY untuk segera menaikan harga BBM mendapat tanggapan menarik dari Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Dia menilai PDIP terkena karma karena waktu jadi partai oposisi hanya asal njeplak saja.

Ramadhan Pohan menggunakan kata-kata orang Myanmar yang beragama Budha untuk mengingatkan PDIP tentang adanya karma-pala. “Kalau kata orang Myanmar, Budha, orang itu harus ingat karma. Nah, parpol juga gitu, dulu saat oposisi asal njeplak jadinya. Kini mereka jiper sama tuntutan rakyat,” ujarnya seperti dilansir dari merdeka.com, KamisĀ (28/8/2014)

Menurut Ramadan Pohan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat tidak menjanjikan atau berprospek baik, bagaimana mau menjadi pemerintahan yang baik kalau belum mulai memerintah saja sudah tidak Pede.

Advertisements

“Belum berkuasa, eh kini sudah mulai enggak pede. Makanya ngono yo ngono, ning ojo ngono. Santun sajalah,” terangnya.

Politisi 47 tahun itu menegaskan bahwa Presiden SBY tidak pernah menaikan atau menurunkan harga BBM karena tekanan politik, oleh karena itu Ramadhan meminta PDIP agar tidak berharap banyak bahwa SBY akan menuruti permintaan PDIP untuk menaikan harga BBM dalam waktu dekat.

“SBY enggak pernah naikkan atau nurunkan harga BBM karena tekanan politik parpol. Kebijakan Pak SBY solid dan konsisten untuk rakyat. Sekarang pun begitu, SBY mau naikkan atau turunkan atau status quo harga BBM, juga bukan karena PDIP. Ukuran Pak SBY itu hanya rakyat dan kepentingan nasional. Bukan pencitraan,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply