MEDIAJURNAL » Dunia » Psikolog Wanita Bunuh Suaminya Kemudian Sebar Potongan Mayatnya

Psikolog Wanita Bunuh Suaminya Kemudian Sebar Potongan Mayatnya

Written by on |
Maria Alejandra

Maria Alejandra / nydailynews.com

Orang bilang tak ada yang lebih kejam dari ibu tiri. Namun bila pertanyaan tersebut anda berikan terhadap warga Meksiko dalam minggu-minggu ini, mungkin jawabannya lain, yaitu bukan ibu tiri, melainkan seorang istrilah manusia terkejam di dunia ini.

Baru-baru ini, seorang istri dari Meksiko bernama Maria Alejandra Lafuente Caso (40) tega membunuh dan memutilasi suaminya sendiri Allan Carrera Cuellar (41). Maria memutilasi suaminya menggunakan gergaji, kemudian membungkus mayatnya dengan kantong plastik berwarna hitam menjadi beberapa bagian.

Untuk menghilangkan jejak, Maria menyebar potongan-potongan jasad suaminya ke berbagai pelosok kota Mexico City. Kasus ini terbongkar ketika seorang anak menemukan potongan kepala Allan di sebuah taman bermain. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mulai menemukan bagian-bagian lain dari tubuh Allan.

Advertisements

Untuk membuat alibi, Maria pun memakai ponsel suaminya yang telah dibunuh itu untuk mengirimkan pesan kepada teman-temannya, sehingga suaminya itu seolah-olah masih hidup. Bahkan setelah potongan mayat suaminya ditemukan, Maria berpura-pura mengalami kedukaan yang mendalam atas kepergian suaminya.

“Sebelum bagian tubuh ditemukan, dia (Maria) meyakinkan semua orang bahwa korban masih hidup dan dalam kondisi baik dengan mengirimkan pesan singkat. Setelah kami berhasil mengidentifikasi melalui DNA, dia (Maria) berpura-pura menjadi janda yang tengah berduka,” demikian tertulis dalam rilis kepolisian Mexico City, dilansir Daily Mail, Jumat (19/12/2014)

Namun akhirnya aksi keji Maria terungkap setelah polisi menemukan jejak darah dan tulang rawan Allan di rumahnya. Polisi Meksiko akan mendatangkan ahli kejiwaan untuk memeriksa Maria. Uniknya, maria sendiri adalah seorang Psikolog.

“Tapi pemeriksaan forensik di rumahnya, ditemukan jejak darah dan tulang rawan korban di karpet dan potongan-potongan daging korban di kamar mandi. Kami memiliki dokter yang akan melakukan tes untuk mengetahui apakah dia waras (atau tidak).” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply