MEDIAJURNAL » Sosial » Pria Hidung Belang Pelanggan PSK Pantas Dipenjara, Kata Reza Indragiri

Pria Hidung Belang Pelanggan PSK Pantas Dipenjara, Kata Reza Indragiri

Written by on |
Reza Indragiri Amriel

Reza Indragiri Amriel / Twitter

Belakangan ini muncul wacana untuk memidanakan para pria hidung belang penikmat jasa pelacur atau pekerja seks komersial (PSK). Tak berselang lama, pro kontra atas wacana tersebut bermunculan. Salah satu yang mendukung wacana tersebut adalah Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel.

Psikolog kelahiran Jakarta, 19 Desember 1974, itu menilai bisnis prostitusi bisa dilihat sebagai bentuk lain dari kejahatan perdagangan manusia. Dengan begitu, penikmat PSK atau bisnis prostitusi seharusnya juga dipenjara, tidak hanya PSK dan mucikarinya saja yang dihukum.

“Iya (dipenjara). Prostitusi harus dipahami sebagai bentuk kejahatan. Ia dapat menjadi bentuk perdagangan manusia,” kata Reza Indragiri, dikutip dari Merdeka.com, Jumat, 13 November 2015.

Advertisements

Dimata Reza, bisnis prostitusi juga bentuk nyata dari aksi eksploitasi manusia terhadap manusia lainnya dan hal itu tentu tidak bisa dibenarkan sama sekali. Terkait lokalisasi PSK yang disebut-sebut sebagai solusi menekan angkat pelacuran, kata Reza, itu bukanlah solusi yang tepat untuk menekan angka prostitusi di suatu wilayah.

“Lokalisasi prostitusi tidak akan serta merta menghilangkan bisnis prostitusi di kawasan-kawasan perumahan maupun perhotelan,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti para PSK, mucikari, dan para pria hidung belang, Reza Indragiri juga menyebut orang-orang yang mengambil keuntungan dari bisnis prostitusi layak dipenjara. Orang yang mengambil keuntungan dari bisnis prostitusi, menurut Reza, seperti para penyedia rumah-rumah atau lapak-lapak mesum.

Reza menjelaskan, orang yang dengan sengaja memudahkan perbuatan cabul dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan bisa dipidana paling lama satu tahun empat bulan dengan denda paling banyak Rp 15.000.”Kami menyemangati masyarakat dan polri untuk memperkarakannya dengan memanfaatkan pasal 296 KUHP,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply