MEDIAJURNAL » Dunia » Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Layak Dapat Gelar ‘Presiden Tersial’

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Layak Dapat Gelar ‘Presiden Tersial’

Written by on |
Meme Robert Mugabe

Meme Robert Mugabe / Daily Mail

Bila di dunia ini ada gelar atau pemilihan presiden paling sial, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mungkin akan menjadi kandidat terkuat juaranya. Bagaimana tidak, sepanjang tahun ini, presiden yang menjabat sejak 30 Januari 2015 itu sudah mengalami dua kali kesialan yang terbilang memalukan.

Minggu, 8 Februari 2015 silam, Robert Mugabe terpeleset hampir jatuh waktu menyambut para pendukungnya di Ibu Kota Harare. Kejadian itu pun dijadikan bahan untuk membuat meme-meme lucu oleh netizen.  Tujuh bulan berselang, kesialan konyol dilakukan lagi oleh Mugabe saat dia membaca naskah pidato lawas dalam pidato terbarunya.

Presiden berusia 91 tahun itu menyampaikan kembali pidato yang sudah pernah dia bawakan sebulan sebelumnya, sehingga konteks tema dalam pidato terbarunya tidak nyambung dengan kondisi terbaru negara Zimbabwe. Parahnya, ajudan atau para pengawal Mugabe tak ada yang mengingatkannya, sehingga pidata Kedaluwarsa itu dia baca sampai habis.

Advertisements

Akibat kesalahan fatat membaca naskah pidato lama tersebut, presiden Robert Mugabe mendapat cemoohan dari para politisi dan anggota parlemen dari partai oposisi Zimbabwe. Kejadian itu juga memperkuat tuduhan oposisi selama ini, yang menilai Mugabe sudah terlalu tua untuk mengemban jabatan presiden, sudah waktunya untuk pensiun secara legowo.

Obert Gutu, juru bicara partai oposisi Gerakan untuk Perubahan Demokratik Zimbabwe mengatakan, kesalahan fatal dalam pidato terbaru itu tidak akan terjadi bila ingatan Mugabe masih kuat, seperti saat dia masih muda. “Memorinya sudah memudar, jika tajam, dia akan segera tahu bahwa pidatonya adalah pidato basi,” kritik Obert Gutu, dikutip dari Sky.com, Selasa, 22 September 2015.

Pihak kantor presiden Zimbabwe sendiri, melalui juru bicaranya menjelaskan bahwa kesalahan Robert Mugabe membaca naskah pidato lawas terjadi akibat keteledoran pihaknya. Dalam hal ini, pihak kantor presiden membela sang presiden meski benar yang dikatakan Obert Gutu sebelumnya, bila ingatan presiden kuat, tentu dia akan sadar saat baru memulai pidatonya.

Related Posts.

Berikan Komentar