MEDIAJURNAL » Bisnis » Perekonomian Dunia dan Orang-orang Kaya di Amerika, Eropa, dan Asia

Perekonomian Dunia dan Orang-orang Kaya di Amerika, Eropa, dan Asia

Written by on |
Ekonomi Dunia

Ekonomi Dunia (alliancebernstein.com)

Pada laporan tahun yang dikeluarkan oleh Boston Consulting Group tahun 2017 lalu, kekayaan pribadi di seluruh dunia diperkirakan telah mencapai angka 201,9 triliun dolar AS. Angka ini meningkat cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir.

Peningkatan ini antara lain disebabkan oleh kondisi pasar saham yang dianggap memberi keuntungan besar bagi para investor asing dari luar Amerika Serikat, menguatnya perekonomian di sekitar momen-momen tertentu seperti Piala Dunia 2018 Russia, serta bonus yang didapat akibat penguatan mata uang asing terhadap dolar Amerika Serikat.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa kondisi ini menegaskan bahwa secara umum, orang-orang di seluruh dunia menjadi lebih kaya dan sama sekali tidak mengindikasikan orang miskin menjadi lebih miskin.

Advertisements

Di kawasan Asia, misalnya, jumlah orang kaya di negara ini membuat Cina menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah orang kaya terbanyak di dunia, persis di bawah Amerika Serikat.

Merekalah yang menjadi kunci penggerak perekonomian Cina, termasuk di beberapa negara Asia, dengan nilai investasi berkisar 250.000 – 1 juta dollar AS per orang. Lebih lanjut, laporan yang sama juga memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Cina akan terus melahirkan miliarder baru setidaknya untuk 4 tahun ke depan.

Salah satu aspek yang berperan penting dalam melahirkan miliarder baru adalah pelemahan mata uang Amerika Serikat. Jika kondisi ini terjadi, maka orang-orang kaya di wilayah Eropa Barat yang akan paling diuntungkan.

Sementara itu, sekitar 28 miliarder di wilayah Eropa Timur memiliki total asset mencapai 3,1 triliun dolar dari keseluruhan aset para miliarder di sana yang mencapai angka 3,8 triliun dolar AS. Adapun para miliarder yang berasal dari kawasan Eropa Barat lebih memilih aset dalam bentuk deposit dan mata uang.

Sementara para miliarder yang berasal dari Amerika Selatan lebih memilih berinvestasi dalam bentuk dana investasi dan saham dengan jumlah investasi pada kedua bentuk ini mencapai angka 62% dari total 47 triliun dolar AS kekayaan pribadi mereka.

Dalam laporannya, Boston Consulting memperkirakan bahwa apabila tren pertumbuhan ini terus berlanjut, maka akan terjadi pertumbuhan populasi orang kaya di dunia sebesar 7% hingga tahun 2022 mendatang. Namun, apabila terjadi peristiwa-peristiwa berskala besar seperti gangguan di pasar saham hingga ketidakpastian politik global, angka ini bisa berkurang ke angka 4%.

Related Posts.

Leave a Reply