MEDIAJURNAL » Kriminal » Pelacuran Anak Lewat Aplikasi BBM Berhasil Diungkap Polda Jawa Timur

Pelacuran Anak Lewat Aplikasi BBM Berhasil Diungkap Polda Jawa Timur

Written by on |
Pelacuran Surabaya

Pelacuran di Surabaya / lensaindonesia.com

Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat pelacuran yang melibatkan wanita di bawah umur atau anak-anak, sindikat pelacuran tersebut dikelola oleh dua orang yakni Mami Istuminah (42) dan papi Andry (25), keduanya warga Sukolilo Surabaya. Meskipun terkait dalam satu jaringan, namun antara Istuminah dan Andry mempunya anak buah atau pelacur sendiri-sendiri.

Menurut keterangan AKBP Aziza Hani, Kasubid PID Bid Humas Polda Jatim, Andry diketahui sudah menjalankan bisnis lendirnya itu selama satu tahun dengan anak buah lima wanita muda, sementara Istuminah mengaku baru tiga bulan menjalani bisnis pelacuran dengan seorang anak buah yang masih di bawah umur.

“Saat ini, kami masih mengembangkan kasus tersebut. Pengakuan tersangka Mami Istuminah baru tiga bulan melakukan praktek tersebut dengan satu anak buah. Namun tersangka papi Andry sudah menjalani kegiatan itu setahun dengan lima anak buah,” ungkap Aziza Hani di Mapolda Jatim, Rabu (24/9).

Advertisements

Saat keduanya ditangkap oleh tim dari Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim disita barang bukti berupa uang tunai Rp 4 juta, bill hotel, 6 HP berbagai merek, celana dalam warna ungu, serta kondom yang sudah terpakai.

Modus yang digunakan kedua pelaku adalah dengan menggunakan ponsel atau aplikasi BBM, lewat BBM keduanya mempromosikan para pelacur yang menjadi anak buahnya yang salah satu diantaranya masih di bawah umur, para pelacur tersebut dijual Andry dan Istuminah dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Seperti dilansir dari Tribun News, Kamis (25/9/2014), Polisi berhasil menangkap keduanya setelah berhasil menjebaknya dengan seolah-olah menjadi calon klien mereka, Polisi yang menyamar janjian bertemu dengan Andry dan Istuminah bersama pelacur anak buahnya di sebuah hotel di Surabaya.

“Dengan memasang bandrol Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dan Pancingan itupun berhasil hingga pelanggan menghubungi tersangka untuk berkencan di salah satu hotel,” tandas Aziza Hani.

Related Posts.

Leave a Reply