MEDIAJURNAL » Lifestyle » Pater Yanto Direstui Jadi Pastor oleh Siti Asiyah, Ibunya yang Muslimah

Pater Yanto Direstui Jadi Pastor oleh Siti Asiyah, Ibunya yang Muslimah

Written by on |
Siti Asiyah dan Pater Yanto

Siti Asiyah dan Pater Yanto / Facebook

Netizen beberapa hari ini heboh dengan kisah toleransi beragama luar biasa yang terjadi antara seorang ibu dengan putra kandungnya. Seorang ibu muslimah bernama Siti Asiyah mendampingi putranya, Pater Robertus Belarminus Asiyanto, dalam upacara pemberkatan para diakon (pastor), salah satu jabatan imamat dalam gereja katolik.

Acara itu terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2015 lalu di seminari St. Paulus Ledalero. Surat kabar Pos Kupang mengulas acara tersebut dan menjadikannya hideline dengan judul ‘Siti Asiyah Senang Anaknya Jadi Pastor’ pada edisi Minggu, 11 Oktober 2015.

Kisah itu pun kemudian menyebar di media sosial Facebook dan menjadi viral. Salah satu akun Facebook yang menjadi rujukan netizen pada kisah tersebut adalah akun milik Umberto Verbita, seorang pastor Gereja Katolik asal Flores yang juga jadi pendamping Pater Yanto dan kawan-kawannya yang baru saja diangkat sebagai diakon.

Advertisements

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Ledalero, ibu Siti, ibu dari Imam Baru, P. RB Asiyanto, SVD adalah seorang muslimah. Dia sendiri yang menghantar anaknya ini ke altar untuk ditahbiskan menjadi imam Katolik,” demikian tertulis dalam postingan Facebook Umberto, Minggu, 11 Oktober 2015.

Pater Yanto sendiri menjadi seorang Katolik sejak dirinya menginjak kelas 3 SMP, atau tepatnya sejak dirinya dan adiknya, Aryanti Gabriela, diadopsi oleh almarhum Yohanes Jeheman. Yanto diadopsi lantaran ditinggal pergi sang ayah, Radi, dan ibunya sibuk bekerja di Rumah Sakit Santo Rafael Cancar, Manggarai, NTT.

Yanto dan ibunya sempat berpisah selama puluhan tahun karena sang ibu pulang ke kampung halamannya di Mojokerto. Setelah bertemu kembali dengan putranya, sang Ibu mendukung apapun pilihan putranya. Bahkan Asiyah sempat menangis waktu Yanto menunda untuk menjadi pastor pada tahun lalu.

“Mau bilang apa, itu panggilannya. Tanya dia (Pater Yanto), waktu dia tunda (menjadi pastor) tahun lalu, saya sempat stres dan menangis,” ujar Siti Asiyah, dikutip dari Pos Kupang, Selasa, 13 Oktober 2015.

Related Posts.

Leave a Reply