MEDIAJURNAL » Nasional » Wacana Pansus Pilpres oleh DPR Dinilai ‘Lebay’ dan Termasuk Makar

Wacana Pansus Pilpres oleh DPR Dinilai ‘Lebay’ dan Termasuk Makar

Written by on |
Gedung DPR

Gedung DPR / nrmnews.com

Bisa jadi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terkait sengketa Pilpres yang diajukan oleh Prabowo Subianto bukanlah babak akhir dari drama Pilpres 2014. Sejumlah anggota DPR dikabarkan melemparkan wacana untuk membentuk Panitia Khusus (pansus) Pemilihan Presiden.

Priyono Sumbogo, Kriminolog dari Universitas Indonesia menilai wacana untuk membentuk Pansus Pilpres oleh sejumlah anggota dewan di parlemen adalah tindakan yang berlebihan, dia melihat para penggagas Pansus Pilpres adalah orang-orang yang haus kekuasaan.

“Ini putusan istimewa, harus dipandang demikian. Bagi yang menolak putusan MK maka itu melanggar gentle agreement. Yang menolak ini yang agresif dan haus akan kekuasaan,” kata Priyono Sumbogo dalam Diskusi Lembaga Penegak Hukum dan Strategi Nasional (LPHSN) bertema “Pasca Putusan MK dan Komitmen Membangun Pemerintahan yang Bersih” di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (24/8/2014).

Advertisements

Menurut Priyono, Upaya untuk membentuk Pansus Pilpres tak ubahnya perbuatan makar terhadap negara. Priyono menyatakan bahwa Pansus Pilpres adalah bentuk lain dari menghasut atau mengganggu perspektif orang yang tentu saja bisa dikategorikan tindakan makar.

“Iya, itu bisa makar. Pansus Pilpres ini sama saja menolak hasil Pemilu, Kalau perang sama negara lain ya enggak apa-apa. Tapi, kalau perang sama saudara sendiri itu yang paling bahaya. Makar itu kan bisa dikategorikan seperti menghasut, mengganggu perspektif orang” pungkasnya seperti dilansir dari detik.com, Minggu (24/8/2014

Related Posts.

Berikan Komentar