MEDIAJURNAL » Kriminal » Mencuri Bandwidth Internet Telkom Lalu Dijual Murah, 9 Orang Ditangkap

Mencuri Bandwidth Internet Telkom Lalu Dijual Murah, 9 Orang Ditangkap

Written by on |
Karyawan Cantik Telkom

Karyawan Telkom / Aktual.com

Sembilan orang pelaku tindak pidana pencurian bandwidth internet milik PT Telkom berhasil ditangkap Tim Sub Direktorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kesembilan pelaku itu adalah RH, AK, KA, YP, EJ, AB, AFW, AB, dan SPB.

“Kami melakukan penyelidikan pada 28 Maret. Tim Subdit Cyber Crime bekerja sama dengan Telkom, dalam 21 hari bisa menangkap 9 tersangka,” ungkap Komisaris Besar Mujiyono, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, di Markas Polda, Jakarta, Senin, 9 Mei 2016.

Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda-beda, 3 orang di Medan, 1 orang di Tanjung Pinang, 1 di Jakarta, dan 4 di Bandung. Empat dari lima pelaku yang ditangkap merupakan pekerja outsourcing yang punya kewenangan untuk melakukan perubahan data profil dan jaringan layanan pengguna Telkom.

Advertisements

Modus yang para pelaku gunakan adalah memasang iklan di media sosial untuk jasa upgrade bandwidth dengan harga yang sangat murah. “Pelaku orang sipil, di luar Telkom ada 5 orang. Mereka memasang iklan jasa upgrade bandwidth di media sosial menggunakan logo dan mengatasnamakan Telkom, padahal bukan,” terangnya.

Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, empat orang pelaku yang merupakan karyawan outsourcing itu lalu melakukan manipulasi data profil dan jaringan pelanggan tersebut. Pelanggan itu kemudian bisa menikmati paket internet yang lebih cepat dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

“Iklannya sederhana, ditawarkan kepada pelanggan Indihome upgrade bandwidth, misal dari 2 mbps jadi 10 mbps dengan bayar paket 2 mbps saja,” terang Arief Prabowo, Vice President Corporate Communications PT Telkom, dikutip dari Tempo.co, Selasa, 10 Mei 2016.

Arief mengatakan, akibat perbuatan kesembilan tersangka, Telkom mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Arief mencurigai tidak hanya pekerja outsourcing yang terlibat dalam pencurian bandwidth tersebut, tapi juga orang dalam telkom sendiri.

“Tidak mungkin orang biasa, outsourcing, bisa tembus sedalam itu. Siapapun terlibat akan dijadikan tersangka, baik orang luar maupun pihak dalam,” tutupnya.

Related Posts.

Leave a Reply