MEDIAJURNAL » Sosial » Mas Kawin Seperti Alat Beli Perempuan, Kata Menteri Yohana Yembise

Mas Kawin Seperti Alat Beli Perempuan, Kata Menteri Yohana Yembise

Written by on |
Akun Twitter Yohana Yembise

Akun Twitter Yohana Yembise

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), mengungkapkan bahwa masih banyak wanita di Indonesia yang direndahkan derajatnya lewat mas kawin. hal itu diungkapkan Yohana melalui kicauan di akun Twitternya @yohanayembise, Minggu (23/11/2014).

Yohana melihat seorang wanita kehilangan kebebasannya saat suaminya telah melunasi mas kawin, dengan mas kawin, seorang wanita seolah-olah telah resmi dibeli suaminya. “Ketika “mas kawin” telah lunas dibayarkan, artinya si perempuaan dianggap telah dibeli, dan tak punya “kebebasan” untuk berbicara,” kata Yohana di akun Twitternya.

Praktik penerapan mas kawin seperti itu, menurut Yohana, akan menghambat persamaan hak-hak perempuan dan laki-laki dalam hal pendidikan, karir dan juga politik. “Ini bentuk eksploitasi hak-hak perempuan untuk sejajar dengan pria dalam hal2 tertentu, seperti pendidikan, karir politik, dan lainx,” lanjutnya.

Advertisements

Menteri wanita asal Papua itu berjanji bahwa pihaknya melalui kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) akan berusaha menekan angka kekerasan atau penindasan terhadap anak dan perempuan.

“Mengatasi persoalan ini, Kemen PP&PA akan berupaya semampunya; Jg agar kekerasan terhadap anak2 dan perempuan di #Papua tdk meningkat!” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply