MEDIAJURNAL » Nasional » Margarito Kamis: Budi Gunawan Tersangka, KPK Tanpa Prosedur Hukum

Margarito Kamis: Budi Gunawan Tersangka, KPK Tanpa Prosedur Hukum

Written by on |
Margarito Kamis

Margarito Kamis / Sindo News

Komjen Budi Gunawan yang digadang-gadang akan menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Sutarman ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi pada Selasa (13/1/2015) lalu. Keputusan KPK itu mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, ada yang pro dan ada juga yang kontra.

Salah satu yang kontra adalah Margarito Kamis, pengamat hukum tata negara. Margarito menilai penetapan tersangka pada Budi Gunawan oleh KPK tanpa melalui prosedur hukum. Mantan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara itu menduga KPK ingin membunuh karakter Komjen Budi.

“Status tersangka untuk Budi Gunawan jelas-jelas tanpa prosedur hukum. Karena itu saya duga targetnya untuk membunuh karakter Budi, keluarga dan Kepolisian.” kata Margarito, dikutip dari JPNN, Kamis (15/1/2015).

Advertisements

Margarito menghimbau Budi untuk tidak takut terhadap penetapan tersangka pada dirinya. Dia menyarankan Budi untuk melakukan langkah praperadilan terhadap KPK, guna membuktikan bahwa dirinya bersih dari tuduhan-tuduhan korupsi.

“Saran saya, Budi harus mengambil langkah praperadilan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan semua tuduhan suap, gratifikasi dan lain-lainnya itu bisa dibantah di pengadilan itu,” lanjutnya.

Margarito menilai langkah yang diambil KPK pada Selasa kemarin penuh kejanggalan, salah satunya adalah garis waktu penyelidikan soal gratifikasi yang sudah dimulai sejak tahun 2010, namun Komjen Budi baru ditetapkan tersangka saat dirinya hendak dijadikan Kapolri.

“Bukankah penyelidikan soal gratifikasi dan suap sudah dilakukan 2010 dan mengapa baru saat ini diumumkan, pasti ada sesuatu. Dan sekali lagi masyarakat tidak salah jika menilai KPK berpolitik,” tegasnya.

Margarito juga mempertanyakan keberadaan para tersangka lain dalam kasus rekening gendut, seperti sang pemberi uang suapnya. “Mengapa sang pemberi suap atau gratifikasi tidak diumumkan juga. Memang setan yang memberi?” lanjutnya.

Lebih jauh, Margarito mempertanyakan juga keberadaan saksi-saksi dalam kasus tersebut. Margarito menduga bahwa selama ini saksi-saksi kasus tersebut belum diperiksa KPK atau juga saksi-saksi sudah diperiksa namun saksi-saksi tersebut dirahasiakan.

“Saya menilai ada prosedur yang tidak benar, karena saksi selama ini belum dimintai ketarangan atau publik belum tahu ada saksi atas kasus yang dituduhkan kepada Budi,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply