MEDIAJURNAL » Nasional » Mantan Hakim Agung Mengamuk di Bandara, Komisi Yudisial Prihatin

Mantan Hakim Agung Mengamuk di Bandara, Komisi Yudisial Prihatin

Written by on |
Ilustrasi Kekerasan

Ilustrasi Kekerasan / Shutterstock

Tindakan memalukan kembali diperagakan oleh pejabat hukum tanah air, seorang Wakil Ketua Pengadilan Negeri Solo bernama Teguh Haryanto (65) dikabarkan mengamuk di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Teguh Haryanto  disebutkan memecahkan kaca loket Sriwijaya Air.

Kejadian bermula ketika Teguh Haryanto datang ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada hari Senin (4/8/2014) untuk menjemput anaknya yang dijadwalakan akan mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada pukul 19.45 WIB,

Namun sampai pukul 20.30 pesawat bernomor penerbangan SJ234 rute Palembang-Jakarta-Yogyakarta yang ditumpangi anaknya yang sedang hamil 7 bulan tak kunjung berangkat dari jakarta akibat kerusakan teknis.

Advertisements

Teguh Haryanto  pun mendatangi loket Sriwijaya Air untuk meminta keterangan atas keterlambatan tersebut, mendapat jawaban yang tak memuaskan dirinya akhirnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Pengadilan Negeri (PN) Solo ini naik Pitam dan mengamuk lalu memukul kaca loket Sriwijaya Air hingga pecah.

Tvberita.com, Rabu (6/8/2014), memberitakan bahwa Kejadian tersebut langsung bisa diselesaikan dengan baik-baik saat itu juga, bahkan setelah Teguh Haryanto diobati oleh pihak bandara di ruang kesehatan bandara Teguh Haryanto kemudian memberika sejumlah uang sebagai ganti rugi untuk kaca loket yang pecah.

“Memang ada insiden itu dan Pak Teguh juga sudah bersedia menanggung segala kerusakan dan sudah memberikan biaya perbaikan, yang bersangkutan tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari pihak Sriwijaya Air sehingga terjadi pemecahan kaca,” ungkap Faizal Indra Kusuma, Corporate Communication, PT Angkasa Pura I, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (5/8/2014).

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua PN Solo teguh adalah hakim agung di Mahkamah Agung, bahkan dia adalah  Hakim Agung yang memvonis 20 tahun jaksa Urip Tri Gunawan terkait kasus BLBI beberapa waktu lalu.

Meski sudah berakhir dengan damai, Komisi Yudisial (KY) tetap menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh Teguh Haryanto , Imam Anshori Saleh, Wakil Ketua Komisi Yudisial menilai hal tersebut sangat jelas telah melanggar kode etik seorang hakim dan yang bersangkutan bisa dikenai pidana.

“Itu sudah masuk tindakan tercela, Melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim. Hakim tidak boleh emosional,” kata Imam Anshori, dilansir dari detik.com, Senin (11/8/2014).

Related Posts.

Leave a Reply