MEDIAJURNAL » Kriminal » Karena Sakit Hati Seorang Jamaah Shalat Subuh Menikam Imam Masjid

Karena Sakit Hati Seorang Jamaah Shalat Subuh Menikam Imam Masjid

Written by on |
Korban Penusukan Muzakkir / Koran Sindo

Korban Penusukan Muzakkir / Koran Sindo

Seorang imam masjid bernama Muzakkir (60) menjadi korban penikaman oleh jamaahnya sendiri ketika mempin shalat subuh di di Masjid Nurul Yakin, Dusun Babana, Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Minggu (10/8/2014).

Jamaah yang melakukan penikaman tersebut adalah Abdul Rahman (61), polisi berhasil meringkus Abdul Rahman pada hari yang sama di rumah kerabatnya di Lappa-Lappae, Kelurahan Tellumpanua, Kecamatan Suppa, Pinrang.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui motif dari aksi penusukan yang silakukan Abdul Rahman kepada Muzakkir adalah sakit hati lantaran Muzakkir sering menjadi imam masjid Nurul Yakin padahal statusnya bukan imam tetap masjid tersebut.

Advertisements

“Saya sakit hati karena dia (Muzakkir) selalu yang menjadi imam ketika salat. Padahal dia bukan imam tetap di masjid itu, tapi dia monopoli menjadi imam setiap waktu salat,” ucap Abdul Rahman, dilansir dari okezone.com, Senin (11/8/2014).

Merry, Anak dari Muzakkir mengungkapkan bahwa ayahnya dan Abdul Rahman sama-sama tercatat sebagai panitia pembangunan di masjid Nurul Yakin, Muzakkir pernah diangkat oleh pemkab Pinrang menjadi imam masjid tersebut sebelum diganti oleh imam baru.

“Hanya itu permasalahannya. Bapak memang sempat diangkat menjadi imam masjid oleh Pemkab selama tiga tahun sebelum akhirnya diganti oleh imam baru,” ungkap Merry.

Abdul Rahman sendiri berdasarkan pengakuan warga sekitar yang menjenguk Muzakkir memang kurang disukai, Abdul Rahman pernah mencalonkan diri menjadi imam di masjid Nurul Yakin namun ditolak oleh warga.

“Ia sempat mengajukan diri sebagai imam masjid tapi tidak terpilih,” kata seorang warga.

Atas perbuatanya terhadap Muzakkir Abdul Rahman diancam dengan pasal Pasal 351 Ayat (2) tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun, sebagaimana keterangan dari Kapolres Pinrang, AKBP Heri Tri Maryadi.

Related Posts.

Leave a Reply