MEDIAJURNAL » Bisnis » Jalan Jelek Masih Banyak, Honda dan Yamaha Tetap Buat Motor Bebek

Jalan Jelek Masih Banyak, Honda dan Yamaha Tetap Buat Motor Bebek

Written by on |
Pabrik Astra Honda Motor

Pabrik Astra Honda Motor / beritatrans.com

Dalam beberapa tahun belakangan, kepopuleran sepeda motor matic (skutik) di tanah air semakin tinggi. Tak pelak, hal tersebut membuat motor bebek atau underbone semakin kehilangan pamornya. Berdasar data Asosiasi Industri Sepeda Motor Inonesia (AISI), selama tiga tahun ini penjualan motor bebek terus turun.

Pada tahun 2013, dari total penjualan sepeda motor sebanyak 7,7 juta unit di tanah air, kontribusi penjualan motor bebek hanya 1,7 juta unit atau 22,9 persen. Setahun berselang, penjualan motor bebek turun jadi 1,4 juta unit, hanya 18,68 persen dari 7,9 juta total penjualan motor tahun 2014.

Adapun pada tahun ini, periodeĀ Januari hingga Oktober 2015, dari 5,6 juta unit motor yang telah terjual di pasaran, segmen bebek hanya menyumbang 715.650 unit atau 12,78 persen saja. Melihat tren yang terus turun dari tahun ke tahun, apakah para produsen motor bebek akan merubah setrategi mereka?

Advertisements

Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), mengaku sadar akan penurunan penjualan motor bebek dalam beberapa tahun ini. Meski begitu, Honda tidak akan menghentikan produksi motor bebek karena motor bebek masih cukup diminati di beberapa daerah di Indonesia yang kondisi jalannya tidak cocok untukĀ motor matic.

“Di beberapa daerah yang infrastrukturnya seperti kondisi jalan kurang baik bebek masih digemari. Karena di daerah-daerah seperti itu bebek dianggap lebih tangguh,” kata Margono, dikutip dari Tempo.co, Selasa, 24 November 2015.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dyonisius Beti, Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Dyonisius Beti melihat segmen motor bebek tetap akan dibutuhkan di tanah air selama pembangunan infrastruktur di Indonesia belum merata.

“Mungkin ada faktor di Jawa jalanan mulus sedangkan di luar Jawa banyak infrastruktur yang belum baik dan lebih nyaman dilalui segmen bebek,” Dyonisius Beti

Menurut Dyonisius Beti, motor bebek sangat cocok untuk postur sebagaian besar masyarakat tanah air. “Tidak semua orang mau pakai sepeda motor kencang dengan segmen sport tapi memilih bebek karena cocok untuk postur kecil,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply