MEDIAJURNAL » Sosial » Isu Penculikan dan Pembunuhan Anak Resahkan Para Orang Tua di Jatim

Isu Penculikan dan Pembunuhan Anak Resahkan Para Orang Tua di Jatim

Written by on |
Ilustrasi Pencabulan

Ilustrasi Pencabulan / anastasia-press.com

Para orang tua di Jawa Timur dibuat resah oleh isu penculikan anak yang disebar melalui SMS, BBM dan juga media sosial. Dalam isu yang beredar belakangan ini, menyebutkan bahwa telah terjadi penculikan disertai pembunuhan yang dilakukan oleh penculik anak yang memakai mobil Toyota Avansa berwarna putih.

Dalam pesan berantai yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Jember, Jombang, Nganjuk sampai Bondowoso itu para orang tua diminta lebih ketat lagi menjaga anak-anaknya karena baru saja ditemukan seorang anak kecil tanpa kepala korban penculikan, orang tua diminta mewaspadai para pedagang keliling, badut dan para pengamen.

“Yang punya anak, adik, dan keponakan kecil Hati2 skrg marak penculikan… tadi d temukan mayat anak kecil tanpa kepala d desa kedung mojo balong bendo. Waspada sma pedagang keliling yg asing dikmpung dan penga­men2 badut serta mobil avanza putih yg blm diketahui nopolnya. tlong sebrkn ini supaya qta lbih hti2. Polsek jetis mojokerto Akp johar spd.” demikian isi pesan yang tersebar di Jawa Timur lewat BBM dan SMS.

Advertisements

AKBP Sumaryono, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa kabar penculikan anak disertai pembunuhan yang marak di Jawa Timur hanyalah isu belaka, pihaknya sudah melakaukan pengecekan dan tidak ada laporan penculikan anak.

“Kami sudah melakukan pengecekan dan tidak ada laporan yang masuk tentang penculikan anak-anak, Jangan mudah percaya dengan isu yang berkembang atas dasar katanya,” kata AKBP Sumaryono, dikutip dari JPNN, Rabu (1/10/2014).

Kombespol Bambang Priambodo, Direskrimum Polda Jatim menyatakan pihaknya akan menginstruksikan satuan pembinaan masyarakat (satbinmas) di 39 polres untuk melakukan sosialisasi bahwa kabar penculikan anak yang marak di Jawa Timur itu hanya isu.

“Dalam pengarahan itu, akan dijelaskan bahwa isu penculikan anak tersebut tidak benar. Sehingga masyarakat tidak panik jika mendapatkan kabar burung tersebut,” ujar Bambang Priambodo.

Related Posts.

Leave a Reply