MEDIAJURNAL » Kriminal » Ida Tri Susanti Tak Tahu Kucing Hutan yang Dia Makan Hewan Dilindungi

Ida Tri Susanti Tak Tahu Kucing Hutan yang Dia Makan Hewan Dilindungi

Written by on |
Ida Tri Susanti dan Kucing Hutan

Ida Tri Susanti dan Kucing Hutan / Facebook

Ida Tri Susanti, 20 tahun, seorang mahasiswi semester 7 Universitas Jember ditangkap polisi pada Minggu, 18 Oktober 2015. Ida ditangkap karena mengunggah foto di akun Facebooknya yang memperlihatkan 2 ekor kucing hutan yang telah mati dengan keterangan ‘Hasil berburu hari ini Nyam…nyam…’.

Foto yang diunggah Ida pada 12 September 2015 itu kemudian menjadi viral di media sosial. Ida pun menuai kecaman dari netizen karena kucing hutan adalah hewan yang dilindungi. Setelah diperiksa di Polres Jember selama beberapa jam, Akhirnya ida diperbolehkan pulang pada hari yang sama dengan status sebagai terperiksa.

“Tadi malam yang bersangkutan kita pulangkan dan statusnya masih terperiksa,” ungkap AKBP Sabilul Alif, Kapolres Jember, Senin, 19 Oktober 2015.

Advertisements

Dari keterangan Ida Tri Susanti selama pemeriksaan, diketahui bahwa kucing hutan yang Ida santap bersama keluarganya itu ditangkap di wilayah hutan Lumajang. Ida juga mengaku tidak tahu bahwa kucing hitam adalah hewan yang dilindungi pemerintah.

Polres Jember akan melimpahkan kasus kucing hutan Ida Tri Susanti ke Polres Lumajang. “Karena itu setelah kita berkoordinasi dengan pihak BKSDA, maka kasus ini kita serahkan ke Polres Lumajang,” lanjutnya, dikutip dari Detik.com, Senin, 19 Oktober 2015.

Sunandar Trigunajasa, Kepala BKSDA Jatim III, menegaskan bahwa kucing hutan yang ada di foto Ida adalah termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. “Keberadaan kucing hutan ini mulai langka, makanya hewan ini termasuk hewan yang dilindungi,” kata Sunandar Trigunajasa.

Meski Ida mengaku tidak tahu bahwa kucing hutan adalah hewan yang dilindungi, namun hal tersebut tak lantas membuatnya bebas dari ancaman pidana. “Saat ini yang ada kan hanya bukti foto-foto saja, tidak ada bukti fisiknya. Karena itu kita akan ke Lumajang untuk mencari bukti tambahan,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply