MEDIAJURNAL » Bisnis » Harga Rokok Akan Naik, Gudang Garam Naik Hingga Rp 300 per Bungkus

Harga Rokok Akan Naik, Gudang Garam Naik Hingga Rp 300 per Bungkus

Written by on |
Merek-Merek Rokok

Merek-Merek Rokok / bipromagazine.com

Tahun 2016 mendatang, pemerintah secara resmi akan memberlakukan kenaikan tarif cukai rokok. Naiknya cukai rokok tersebut juga akan berdampak pada kenaikan harga rokok itu sendiri. Salah satu produsen rokok yang telah memastikan akan menaikan harga rokok adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Heru Budiman, Direktur dan Sekretaris PT Gudang Garam Tbk, menjelaskan kenaikan rokok produksi Gudang Garam tahun depan sebesar Rp 100 sampai Rp 300 per bungkus. Lebih rinci, rokok yang tiap bungkusnya berisi 16 batang akan mengalami kenaikan sebesar Rp 300, sedangkan yang berisi 12 batang akan naik Rp 100.

“Jadi biasanya tahapan itu range Rp 100 – Rp 300 per pack. Rp 300 isi 16, Rp 100 isi 12 batang. Kadang-kadang Rp 50,” ungkap Heru Budiman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Kamis, 12 November 2015.

Advertisements

Meski telah memastikan besaran kenaikan harga rokok, namun produsen rokokĀ Gudang Garam International, Surya, GG MildĀ tetap akan melakukan evaluasi setelah menaikan harga rokoknya. Evaluasi yang dimaksudkan adalah melihat besaran kenaikan harga rokok dari produsen rokok lainnya.

“Yang kita juga di level pertama lihat apakah kita sendirian atau diikuti lain. Saya tidak mau jadi penjual rokok paling mahal. Kelihatannya tanpa perjanjian semua pemain rokok sama,” terangnya sebagaimana dikutip dari Merdeka.com, Sabtu, 14 November 2015.

Bila memungkinkan, menurut Heru, Gudang Garam akan menaikan harga rokok sebelum Januari 2016, atau sebelum tarif cukai rokok resmi dinaikan pemerintah. Heru berharap konsumen mengerti dan memahami alasan kenaikan harga rokok yang akan terjadi ke depan.

“Maunya sebelum cukai, kalau bisa harga naik pas Desember. Kalau cukai enggak diikuti kenaikan harga yang seimbang akan menggerus profit. Logis kan,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply