MEDIAJURNAL » Sosial » Hanya Karena Perang Komentar di Facebook, Ari Menghabisi Nyawa Haki

Hanya Karena Perang Komentar di Facebook, Ari Menghabisi Nyawa Haki

Written by on |
Media Sosial Facebook

Media Sosial Facebook / venturebeat.com

Hanya karena pertengkaran yang berawal dari media sosial Facebook, Ari Gunawan nekat menghabisi nyawa Haki Syahnakri. Ari membunuh Haki di studio musik pitu room, Jalan TB Simatupang Kel. Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2014), dengan cara menikamnya.

Ari mengaku berselisih paham dengan haki sejak bulan November 2014, tepatnya sejak Indri Diandra, kekasih Ari memajang foto Haki di Facebooknya. Ari yang memberikan komentar di foto tersebut akhirnya terlibat perang komentar dengan Haki yang juga berkomentar di foto dirinya. Bahkan Korban sempat mengancam pelaku lewat komentarnya di Facebook.

“Karena postingan itu, kami jadi ribut mulut, Di situ ditulisnya samaku, berhati-hati dan banyak berdoa kalau jumpa. Itulah yang dikirimkan dia (Haki) samaku lewat facebook,” katanya saat ditemui di dalam sel tahanan Polsek Sunggal.

Advertisements

Pelaku mengatakan, Sabtu (6/12/2014) atau seminggu sebelum penikaman, dirinya sudah sempat terlibat keributan dengan korban di studio musik pitu room, atau yang lebih dikenal dengan sebutan pitu kafe.

“Kami sempat ribut pas minggu kemarin jumpa, di situ sempat kutanya kenapa mulutnya layas kali. Tapi dibalasnya, kenapa rupanya, dan kami sempat ribut mulut,” terangnya, dikutip dari JPNN, Selasa (16/12/2014).

Sedangkan pada saat kejadian, korban sengaja membawa pisau dari rumah untuk berjaga-jaga bila ancaman Haki jadi direalisasikan. “Aku dari rumah jalan kaki, tapi pas simpang jalan jumpa kawan, di situlah aku boncengan. Kalau pisaunya kuletak di tiang ruko,” lanjutnya.

Saat bertemu dengan korban, pelaku menanyakan maksud dari ancaman yang dia lontarkan lewat komentar di Facebook. Namun pertanyaan pelaku malah dijawab korban dengan pukulan di pipinya. Pelaku yang tidak terima kemudian mengambil pisau yang sebelumnya dia sembunyikan dan menikamkannya ke Haki.

“Pas jumpa dengan dia (korban), aku tanyalah maksud ancaman dia itu. Di situ kami ribut, pipiku dipukulnya. Langsung aku lari ngambil pisau itu, terus kutikamkan, Habis kutikam, aku lari. Pisaunya kubuang di dekat koramil” ujarnya.

AKP Aldi Subartono SH, Sik, Kapolsek Sunggal mengatakan, akibat perbuatan nekatnya menghabisi nyawa orang, Ari akan dijerat dengan pasal 338 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Pelaku kita jerat UU Perlindungan anak dan juga Pasal 338 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 20 tahun penjara,” kata AKP Aldi.

Related Posts.

Leave a Reply