MEDIAJURNAL » Sosial » Facebook Dihebohkan Video Siswi SMP Berjilbab di Binjai Aniaya Teman

Facebook Dihebohkan Video Siswi SMP Berjilbab di Binjai Aniaya Teman

Written by on |
Video Siswi SMP Binjai Aniaya Teman

Video Siswi SMP Binjai Aniaya Teman / Youtube

Media sosial kembali dihebohkan dengan video bullyng yang dilakukan oleh seorang pelajar. Dalam video berdurasi 5 menit 46 detik yang beredar di Facebook sejak Sabtu, 5 September 2015 itu, terlihat seorang siswi berjilbab menganiaya siswi lainnya dengan cara memukul, menendang, dan menamparnya hingga korban menangis.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh pengguna Facebook bernama Ichy Ichy (Ayangbebkenjiktl) yang diduga adalah wanita berjilbab penganiaya korban dalam video tersebut. Setelah video tersebut mendapatkan kecaman dari masyarakat, Ichy Ichy berkilah bahwa adegan di video tersebut hanya rekayasa.

“Bagii Yang Melihatt Viidio Itu Saya Dan Tuh Kan Mayang JiDatt Miinta Maaf Karna Telah Lancang Membuat Vidio Itu. Dan Vidio Tersebut Hanya Lah Rekeasa/Main Dan Bukan Beneran,” tulis Ichy Ichy di Facebook, dikutip dari Kompas.com, Selasa, 8 September 2015.

Advertisements

Tak perlu waktu lama, identitas korban dan pelaku penganiayaan di video tersebut akhirnya diketahui. Keduanya merupakan siswi SMP negeri di Kota Binjai, Sumatera Utara. Dwi Anang Wibowo, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai telah mendatangi sekolah korban dan pelaku pada Senin, 7 September 2015.

Dwi Anang menilai perbuatan siswi dalam video tersebut sudah melewati batas. Sayang Dwi gagal menemui pelaku penganiayaan dalam video tersebut ketika berkunjung ke sekolahnya, Dwi hanya berhasil menemui korban lalu mengajaknya berbincang-bincang.

“Ini perkara serius. Saya terkejut sekali. Bagaimana yang seperti ini bisa terjadi di Binjai. Dia tidak masuk) tanpa keterangan, sedangkan korban masuk sekolah dan tadi sudah kita ajak bincang- bincang untuk menanyakan perihal kejadian itu,” ungkap Dwi Anang.

Dwi Anang berjanji akan mendalami lagi kasus bullyng tersebut, dia berniat untuk mempertemukan pihak-pihak yang dirasa bertanggung jawab atau terkait masalah tersebut, mulai dari pelaku, korban, orangtua pelaku dan korban, guru-guru dan kepala sekolah.

“Nanti akan lebih kita dalami lagi. Pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah dan guru, korban, pelaku-pelaku, dan orang-orang tua mereka, akan kita surati untuk nantinya duduk bersama guna mencari penyelesaiannya,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply