MEDIAJURNAL » Kriminal » Durhaka! Siswa SMK Tega Pukuli Guru Setelah Menantangnya Berkelahi

Durhaka! Siswa SMK Tega Pukuli Guru Setelah Menantangnya Berkelahi

Written by on |
Ilustrasi Kekerasan

Ilustrasi Kekerasan / Shutterstock

Sungguh durhaka siswa kelas II di salah satu SMK di Balikpapan berinisial YUD ini. Bagaimana tidak, sebagai seorang murid, YUD tega menganiaya seorang guru berinisial PRI, 41 tahun, hingga masuk rumah sakit. Peristiwa tak bermoral itu terjadi seminggu lalu, Rabu, 12 Agustus 2014.

Seminggu berselang, pihak sekolah mengambil tindakan tegas terhadap YUD dengan mengeluarkannya dari sekolah. EK, Wakil Kepala Sekolah menilai kenakalan yang dilakukan YUD sudah di luar kewajaran dan tidak bisa ditoleransi lagi, sehingga pemecatan dari sekolah adalah langkah terbaik.

“Kami tidak bisa toleransi kekerasan siswa seperti ini. Perlakuan siswa yang sudah di luar kewajaran,”¬†ujar Wakil Kepala Sekolah, Rabu, 19 Agustus 2015.

Advertisements

YUD dikeluarkan dari sekolah setelah pihak sekolah menggelar rapat mendadak yang dihadiri oleh ibu YUD dan seorang pekerja kantor dari suaminya. Pihak keluarga pun tidak bisa melakukan pembelaan lagi atas apa yang dilakukan YUD dan menerima keputusan pahit yang diberikan pihak sekolah.

“Ibunya yang mewakili keluarga. Ia ditemani pekerja kantor (dari suaminya). Ibunya menerima dengan baik keputusan kami,” terangnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat, 21 Agustus 2015.

Lebih jauh, EK, menuturkan bahwa YUD selama ini di sekolah memang sudah dikenal sebagai siswa yang sering membuat onar dan tidak menghormati guru. “Anak ini memang sering kali mengolok guru piket. Misalnya, paling sering saat pulang sekolah, menggeber-geber motor di hadapan guru piket,” lanjutnya.

Saat kejadian penganiayaan kepada guru PRI, awalanya YUD mengolok-olok guru senior yang mengajar mata pelajaran teknik otomotif itu. Guru PRI kemudian meminta YUD untuk kembali ke kelasnya sambil menghardiknya. YUD tidak terima kemudian menantang gurunya itu berkelahi lalu menghajarnya hingga mengalami luka-luka di bagian badan dan kepala.

“Pak Pri tidak membalas. Siswa-siswa yang memisah. Dia langsung dibawa ke rumah sakit, visum, lantas melaporkannya ke Polsek terdekat. Kemudian istirahat. Pak Pri tidak masuk kerja sampai empat hari. Sekarang sudah kembali ngantor,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply