MEDIAJURNAL » Nasional » Dukung Pilkada Lewat DPRD, Patrialis Akbar Diduga Langgar Kode Etik

Dukung Pilkada Lewat DPRD, Patrialis Akbar Diduga Langgar Kode Etik

Written by on |
Patrialis Akbar

Patrialis Akbar / Liputan6

Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dilaporkan ke Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi. Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK terdiri atas Indonesia Legal Roundtable (ILR), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), PuSako Fakultas Hukum Universitas Andalas, Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Patrialis dilaporkan karena pernyataanya yang mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD dalam diskusi di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Senin (15/9/2014). Seperti diketahui, dalam diskusi itu Patrialis mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD sesuai dengan Pancasila sila keempat, yaitu permusyawaratan perwakilan, menurutnya demokrasi sifatnya oleh rakyat boleh melalui DPRD.

Erwin Natosmal Oemar, Koordinator Indonesia Legal Roundtable (ILR) menilai pernyataan Patrialis yang mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD punya potensi melanggar kode etik jabatan Hakim Konstitusi yang dia emban.

Advertisements

“Kami melaporkan tindakan yang berpotensi dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Hakim Konstitusi Patrialis Akbar pada 15 September di Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam sebuah diskusi, Pernyataan Patrialis yang mendukung RUU Pilkada lewat DPRD jelas pada saat konteks ini melanggar kode etik yang harusnya dia patuhi” ujar Erwin seperti dilansir dari republika.co.id, Selasa (23/9/2014)

Menurut Erwin, Patrialis melanggar tiga poin dalam Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi, pertama, soal prinsip integritas yang tertuang dalam poin 1 di Prinsip Kepantasan dan Kesopanan dan Prinsip Integritas Hakim Konstitusi, kemudian diikuti pelanggaran  kepantasan dan kesopanan, hal tersebut ada dalam poin 2 dan 4.

Related Posts.

Leave a Reply