MEDIAJURNAL » Lifestyle » Dua Pemancing Tangkap 3 Ikan Raksasa, yang Terbesar Seberat 100 Kg

Dua Pemancing Tangkap 3 Ikan Raksasa, yang Terbesar Seberat 100 Kg

Written by on |
Pemancing dan Ikan Kerapu Raksasa

Pemancing dan Ikan Kerapu Raksasa / Tribun News

Dua orang pemancing asal Muara Bengalon, Bengalon, Kutai Timur, membuat heboh dengan tangkapan ikan raksasa jenis kerapu. Dua pemancing bernama Ibnu dan Sudarso itu berhasil menangkap tiga ekor ikan raksasa saat mereka memancing di perairan Muara Bengalon, dalam kurun waktu 4 hari saja.

Ibnu dan Sudarso mendapat tangkapan ikan kerapu seberat 50 kilogram pada Kamis, 23 Juli 2015, sekira pukul 5 sore. Selang satu jam kemudian, keduanya berhasil menangkap ikan kerapu yang beratnya dua kali lipat dari ikan kerapu raksasa pertama yang mereka tangkap.

“Ada tiga ikan raksasa yang kami dapat. Semuanya jenis kerapu nipah. Awalnya, kami dapat ikan kerapu besar seberat 50 Kg Kamis (23/7/2015) sekitar pukul 4 sore. Pas narik lagi, sekitar pukul 5 sore, dapat lagi yang 100 kg.” ungkap Ibnu didampingi adik perempuannya, Mike, Minggu, 26 Juli 2015.

Advertisements

Setelah mendapatkan dua tangkapan besar pada hari Kamis, keduanya semakin semangat untuk memancing dan bertekad mendapatkan tangkapan besar lagi. Terbukti, pada hari minggunya mereka mendapatkan ikan kerapu raksasa lagi seberat 50 kilogram. “Nah, Minggu (26/7/2015), kami dapat lagi yang 50 kg,” lanjutnya, dikutip dari Tribun News, Senin, 27 Juli 2015.

Ibnu berkisah bahwa dirinya dan Sudarso saat tidak memancing kesehariannya bekerja di Sangatta.┬áKetika mereka pulang kampung, sudah menjadi kebiasaan keduanya untuk janjian mancing bareng. “Kami berasal dari Muara Bengalon tapi bekerja di Sangatta. Kebetulan kemarin libur panjang, kami berdua berjanjian mancing di kampung halaman,” tuturnya.

Dari ketiga ikan raksasa hasil tangkapan mereka berdua, ikan terbesar seberat 100 kilogram mereka potong-potong lalu dibagikan ke warga sekitar dermaga Muara Bengalon. Sementara dua ikan lainnya mereka bawa ke tempat kerja mereka di Sangatta untuk dibagi-bagi kepada rekan-rekan kerja mereka.

“Takut busuk, jadi ikan langsung dipotong begitu sampai di dermaga. Sebagian dibawa ke Bengalon, sebagian lagi dibawa ke Sangatta untuk dibagi-bagi ke keluarga,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply