MEDIAJURNAL » Nasional » Dituduh Pencitraan Selama Peringatan KAA, Ridwan Kamil: Saya Capek!

Dituduh Pencitraan Selama Peringatan KAA, Ridwan Kamil: Saya Capek!

Written by on |
Ridwan Kamil

Ridwan Kamil / Youtube.com

Menanggapi pernyataan Direktur Cyrus Network Hasan Nisbi beberapa waktu lalu yang menyebutnya ‘pencitraan berat’ di Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku capek. Ridwan tidak habis pikir dengan orang-orang yang malah menuduhnya pencitraan.

Ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Senin, 11 Mei 2015, Ridwan menegaskan bahwa dirinya bekerja sangat keras selama Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika. Salah satu pekerjaan berat yang dia lakukan adalah mengarahkan sepuluh kontraktor untuk membenahi sejumlah infrastruktur di Kota Bandung.

“Saya tuh capek, kok malah dibilang pencitraan. Siang malam saya ngebelain harga diri untuk para kontraktor,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan, dikutip dari Tempo.co, Senin, 11 Mei 2015.

Advertisements

Emil merasa dirinya seperti dihadapkan pada ‘buah simalakama’, yang artinya bahwa Emil akan dilihat dalam posisi yang selalu salah, entah itu saat dirinya bekerja atau tidak bekerja. Emil mengaku selalu berhati-hati dalam bertindak agar tidak disebut pencitraan.

“Bekerja dan tidak bekerja sama-sama diberitakan buruk. Saya selalu bilang, hati-hati dengan kata pencitraan,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberap waktu lalu, Hasan Nisbi menyebut Ridwan Kamil memanfaatkan even Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika sebagai panggung politiknya untuk menaikan popularitas. Secara spesifik, Hasan mengkritik sebuah foto yang diunggah Emil ke akun media sosialnya.

Dalam foto yang dikritik Hasan itu, terlihat Emil sedang memberikan penjelasan atau pengarahan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Luhut B. Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Related Posts.

Leave a Reply