MEDIAJURNAL » Nasional » Deklarasi Provinsi Madura, Mendagri Tjahjo Kumolo: Saya Lihat Dulu

Deklarasi Provinsi Madura, Mendagri Tjahjo Kumolo: Saya Lihat Dulu

Written by on |
Mendagri Tjahjo Kumolo

Mendagri Tjahjo Kumolo / kemendagri.go.id

Sekelompok masyarakat Madura yang mengatasnamakan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) berencana akan mendeklarasikan Provinsi Madura pada Selasa, 10 November 2015, di Gedung Rato Ebu, Bangkalan. P4M ingin Madura menjadi Provinsi karena menganggap Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak pernah memperhatikan pembangunan di Madura.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), menilai rencana sekelompok masyarakat Madura tersebut tujuannya baik, ingin membuat Madura lebih maju lagi ke depannya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menurut Gus Ipul, belum mengambil sikap resmi atas rencana pemekaran Madura.

“Kami hargai itu sebagai aspirasi. kami positive thinking saja, mereka membuat gerakan itu pasti tujuannya baik ingin Madura maju” kata Gus Ipul, Senin, 9 November 2015.

Advertisements

Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima usulan pemekaran Madura dari P4M secara resmi. Tjahjo mengatakan, setelah terbit Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah telah memperketat usulan pemekaran daerah.

Pemekaran suatu wilayah, menurut Tjahjo, harus dapat menjamin pemerataan pembangunan dan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Madura masih pro-kontra, saya lihat dulu. Kalau tidak memenuhi syarat untuk merata dan sejahtera, untuk apa?” ujar Tjahjo, dikutip dari Tempo.co, Selasa, 10 November 2015.

Sementara itu, Ajun Komisaris Besar Windiyanto Pratomo, Kepala Kepolisian Resor Bangkalan, mengaku telah menerima surat pemberitahuan akan adanya acara deklarasi Provinsi Madura. Pihaknya telah menyiapkan dua peleton personel polisi untuk mengamankan acara tersebut.

“Baru surat pemberitahuan yang kami terima. Itu (dua peleton personel polisi) khusus pengamanan deklarasi. Yang penting jangan mengganggu,” kata Windiyanto Pratomo.

Related Posts.

Leave a Reply