MEDIAJURNAL » Bisnis » Buruh Ingin Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta Sebesar Rp 3,2 Juta

Buruh Ingin Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta Sebesar Rp 3,2 Juta

Written by on |
Teller Bank Menghitung Uang

Teller Bank Menghitung Uang / bisnis.com

Keengganan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) untuk menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta mendapat tanggapan dari buruh. Mudhofir, presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), mendesak Ahok untuk segera menaikan UMP Jakarta.

Mudhofir menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei Komponen Hidup Layak (KHL) selama delapan bulan yakni dari Februari hingga September 2014. “Survei kami lakukan dari pukul 05.00-09.00 WIB dimana di jam tersebut buruh melakukan aktivitas belanja kebutuhan pokok yang riil,” kata Mudhofir di Jakarta, Minggu (2/11/2014).

Mudhofir mengatakan, dari survei tersebut didapati nilai KHL buruh di Jakarta adalah Rp 2,731 juta. Nilai tersebut berbeda jauh dari KHL yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp 2,3 juta. “Berdasarkan survei itu, KSBSI akhirnya tentukan KHL Rp 2,731 juta, jadi diatas KHL yang ditetapkan pemerintah sebab nilai yang ditawarkan pemerintah itu adalah tidak riil,” lanjutnya.

Advertisements

Maka dari itu, menurut Mudhofir, berdasar hasil survei yang dilakukan KSBSI ditambah dengan elemen nilai inflasi, pertumbuhan ekonomi, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun 2014, UMP DKI Jakarta sudah sewajarnya berada pada angka Rp 3.2 juta.

“Ketika muncul angka Rp 3,2 juta itu bukanlah angka yang mengada-ada. Jadi itu sudah diperhitungkan sesuai dengan yang ditetapkan di DKI Jakarta,” pungkasnya, dilansir merdeka.ccom, Senin (3/11/2014).

Related Posts.

Leave a Reply