MEDIAJURNAL » Kriminal » Bisnis Kulit Harimau Sumatera Seharga 80 Jutaan, Sumarsono Ditangkap

Bisnis Kulit Harimau Sumatera Seharga 80 Jutaan, Sumarsono Ditangkap

Written by on |
Kepala dan Kulit Harimau Sumatera

Kepala dan Kulit Harimau Sumatera / sindonews.com

Harimau Sumatera kita ketahui bersama habitatnya terancam punah, satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu kini jumlahnya tak lebih dari 200 ekor, berdasar data tahun 2010. Bila ada yang memburu dan memperjual belikan kulitnya tentu suatu hal yang tak termaafkan dan sangat tercela.

Bagi Sumarsono (42), warga Bekasi, mungkin data terancam punahnya Harimau Sumatera tak penting, sehingga dia dengan begitu santainya memperjualbelikan kulit Harimau Sumatera. Baginya, mendapat keuntungan Rp 80 jutaan per transaksi kulit Harimau Sumatera lebih penting dari segalanya.

Apresiasi patut diberika kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Jawa Barat wilayah Serang karena berhasil menggagalkan penjualan kulit Harimau Sumatera oleh Sumarsono. Selasa (28/10/2014) di Rest Area, KM 68, Tol Tangerang-Merak, Kampung Bogeg, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Sumarsono berhasil diringkus saat akan bertransaksi.

Advertisements

“Kita berhasil menangkap tersangka penjualan kulit harimau jenis Sumatera sebanyak 1 ekor, beserta kepalanya yang diperkirakan baru dikuliti, karena dalam keadaan masih segar,” kata Uday Hudaya, Petugas BKSD Jawa Barat Wilayah Serang, di lokasi penangakapan, Selasa (28/10/2014).

Ketika ditangkap, berhasil disita barang bukti dari Sumarsono berupa satu lembar kulit harimau berukuran 100 x 50 sentimeter, kulit tersebut dibungkus dalam kardus warna coklat dan disimpan dalam mobil minibus dengan nomor polisi B 1643 VMO.

Dilansir Sindo News, Selasa (28/10/2014), saat ini Sumarsono dan barang bukti dibawa ke kantor BKSD Jawa Barat. “Tersangka dengan barang bukti dibawa ke kantor BKSD di Ciracas, Kota Serang, untuk diminati keterangan lebih lanjut,” terang¬†Uday Hudaya.

Sumarsono akan dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf b Jo Pasal 40 ayat (2) & (4) UU RI No 5 Tahun 1999 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Sumarsono terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Related Posts.

Leave a Reply