MEDIAJURNAL » Nasional » Berhentilah Minum Kopi Luwak Bila Anda Mengaku Penyayang Binatang

Berhentilah Minum Kopi Luwak Bila Anda Mengaku Penyayang Binatang

Written by on |
Kopi Luwak

Kopi Luwak / Shutterstock

Hampir dipastikan tidak ada orang di dunia ini yang menyangkal fakta bahwa kopi paling enak di dunia adalah kopi luwak dari Indonesia. Kopi luwak enak lantaran biji kopinya melalui proses seleksi dan fermentasi unik oleh hewan luwak (Paraxorus hermaphroditus).

Pada awalnya, kopi luwak muncul karena habitat hewan luwak berada di dekat perkebunan kopi manusia. Ketika musim panen kopi, para luwak biasa mencuri buah kopi yang sudah matang di malam hari. Biji kopi yang tertelan ke perut luwak itulah yang nantinya dipungut oleh para petani kopi dan dijadikan kopi luwak.

Diwartakan Tribun News, Senin, 4 Mei 2015, sekarang ini, mengumpulkan biji kopi yang telah terfermentasi di perut luwak secara alami bukan perkara yang mudah. Para petani kopi kemudian mengambil jalan pintas dengan menangkar luwak untuk dijadikan alat fermentasi kopi massal.

Advertisements

Apa yang dilakukan oleh para petani kopi luwak itu sebenarnya adalah bentuk penyiksaan tidak langsung terhadap hewan luwak. Luwak pada dasarnya adalah jenis hewan bertipe soliter, yang artinya lebih suka hidup menyendiri sendiri atau menyendiri dengan pasangannya.

Sementara ketika hewan luwak ditangkar, mereka harus hidup berdesak-desakan dengan luwak lain dan dipaksa makan buah kopi sebanyak-banyaknya. Bahkan dengan kondisi kandang yang terlalu padat itu, tak jarang beberapa ekor luwak mati.

Untuk sekadar menikmati secangkir kopi paling enak sedunia, para luwak hidupnya tersiksa dengan berjejal-jelanan di kandang dan terus-menerus diberi atau dipaksa makan buah kopi yang pilihannya tidak sebanyak saat mereka mencari sendiri di luar kandang.

Dengan sedikit pemaparan di atas, cukuplan jadi alasan buat kita untuk berfikir dua kali sebelum meminum kopi luwak. Tegakah kita melihat ribuan luwak tersiksa hidupnya demi secangkir kopi dengan rasa seenak buah surga itu? pikirkanlah itu!

Related Posts.

Leave a Reply