MEDIAJURNAL » Nasional » Batu Giok 20 Ton dari Aceh yang Heboh Itu Ternyata Hanya Batu Koral

Batu Giok 20 Ton dari Aceh yang Heboh Itu Ternyata Hanya Batu Koral

Written by on |
Batu Giok 20 Ton

Batu Giok 20 Ton / Detik.com

Bulan Februari 2015 silam, warga Aceh dihebohkan dengan penemuan batu Giok seberat 20 ton di hutan lindung Kreung Isep, Gampong Pante Ara, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Aceh. Lalu pada 21 Februari 2015, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya mengamankan batu tersebut dan mulai membelahnya menjadi dua.

Tahukah anda, batu yang awalnya ditemukan seorang warga bernama Usman, 45 tahun, itu ternyata tidaklah seberharga yang dibayangkan orang-orang? Said Junaidi, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya menuturkan pemerintah setempat telah melakukan hal sia-sia.

Dia menjelaskan bahwa batu yang menghebohkan itu ternyata hanyalah batu koral setelah dibelah. Batu itu tidak bernilai hingga miliaran rupiah seperti diperkirakan sebelumnya, sehingga saat pemerintah setempat menghabiskan biaya Rp 600 juta untuk membelah batu itu, sesungguhnya hanya melakukan pemborosan anggaran. “Itu hanya memboroskan anggaran saja,” ujar Said Junaidi, dilansir JPNN, Rabu, 1 April 2015.

Advertisements

Sementara itu, Samsul Kamal, Kadistamben Nagan Raya mengatakan, apa yang dilakukan Distamben dengan membelah dan mengangkut batu itu ke gudang di rumah Dinas Ketua DPRK Nagan Raya komplek perkantoran Suka Makmue sebenarnya bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk mencegah konflik di masyarakat karena batu itu sempat menjadi rebutan.

Samsul pun menegaskan bahwa apa yang pihaknya lakukan sudah sesuai koordinasi Distamben┬ádengan dewan. “Kita melakukan pengamanan dengan membelah berdasarkan keputusan rapat koordinasi pimpinan daerah yang juga Dewan ikut menandatangani,” kata Samsul Kamal.

Related Posts.

Leave a Reply