MEDIAJURNAL » Bisnis » Anggota DPR Ingin Izin Lion Air Dicabut Pasca Kasus ‘Pramugari Janda’

Anggota DPR Ingin Izin Lion Air Dicabut Pasca Kasus ‘Pramugari Janda’

Written by on |
Pesawat Lion Air

Pesawat Lion Air / Tempo

Beberapa hari ini heboh kasus seorang oknum pilot maskapai Lion Air menawarkan pramugari janda ke para penumpang sebagai kompensasi delay. Anggota Komisi V DPR, Miryam S Haryani, menilai kejadian itu sudah keterlaluan, dia meminta Kementerian Perhubungan untuk mencabut izin operasi maskapai Lion Air sebagai bentuk sanksi.

“Kemenhub harus tegas untuk mencabut izin maskapai penerbangan ini, apalagi tidak hanya ini saja pelanggaran yang dilakukan,” kata Miryam saat dihubungi wartawan, Rabu, 18 November 2015.

Lion Air, kata Miryam, sudah layak diberi sanksi karena bukan sekali saja melakukan pelanggaran. “Sebelum-sebelumnya maskapai ini juga sudah seringkali melakukan pelanggaran dari yang ringan ketidaktepatan waktu hingga pelanggaran berat yang mengancam keselamatan penumpang,” ujarnya, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 19 November 2014.

Advertisements

Tak hanya kepada pihak maskapainya, Ketua DPP Partai Hanura itu juga meminta oknum pilot yang telah menawarkan pramugari janda itu diberikan sanksi sosial dan juga sanksi pidana, terlebih sudah ada undang-undangnya. “UU yang mengatur ini sangat jelas dan perkara ini juga sangat mudah untuk ditelusuri kebenarannya,” tegasnya.

Miryam mengaku sudah mengusulkan agar Komisi V DPR, selaku komisi yang menaungi masalah perhubungan, untuk melakukan sidak ke lapangan guna mengawal kasus memalukan itu bisa diselesaikan secara tuntas agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Saya juga telah mengusulkan kepada komisi V untuk melakukan sidak ke lapangan guna mengawal agar kasus ini benar-benar diusut sampai tuntas. Apabila hal ini dibiarkan maka akan memicu pelecehan-pelecehan serta tindakan tidak terpuji yg lebih ekstrim kedepannya,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply