MEDIAJURNAL » Dunia » Ancam ISIS dan Malaysia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko Diapresiasi

Ancam ISIS dan Malaysia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko Diapresiasi

Written by on |
Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Panglima TNI Jenderal Moeldoko / beritasatu.com

Sabtu 9 Agustus 2014 kemarin, Panglima TNI Jenderal Moeldoko membuat dua pernyataan yang layak diapresiasi, pertama dia siap untuk mengerahkan TNI untuk menghajar Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) bila mulai macam-macam di NKRI.

“Kami sudah memonitor dan mengikuti gerakan ISIS dari luar maupun dari dalam, kalau mereka macam-macam ya kami sikat,” ujar Jenderal Moeldoko di rumah Iwan Fals di Depok, Jawa Barat, dilansir dari republika.co.id, Sabtu (9/8/2014)

Selang beberapa saat kemudian, di tempat berbeda Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengeluarkan ancaman kepada pemerintah Malaysia terkait pancang suar yang dibangun Malaysia di perairan Indonesia.

Advertisements

“Saya tegaskan, jika Malaysia tidak mau bongkar, maka kami TNI yang akan membongkarnya,” kata Moeldoko dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (9/8/2014).

Sikap tegas yang ditunjukan oleh Jendera Moeldoko tersebut mendapat apresiasi dari banyak orang, salah satunya adalah Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI.

“Dalam konteks inilah pernyataan Panglima TNI patut diapresiasi. Bila Malaysia tidak melakukan pembongkaran maka sudah sewajarnya TNI sebagai penjaga kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia yang akan melakukan pembongkaran tiang pancang Malaysia,” kata Hikmahanto Juwana, dikutip dari beritasatu.com, Minggu (10/8/2014)

Hikmahanto Juwana juga menambahkan bahwa ancaman Panglima TNI itu tidak main-main mengingat ancaman tersebut didasari dengan salah satu pasal hukum laut internasional, yaitu pasal 80 Konvensi Hukum Laut 1982.

“Ultimatum Panglima TNI yang intinya bila dalam kurun waktu tertentu Malaysia tidak juga membongkar tiang pancang maka berdasarkan Pasal 80 Konvensi Hukum Laut 1982 Indonesia dapat membongkarnya,” pungkasnya.

Related Posts.

Berikan Komentar