MEDIAJURNAL » Sosial » Anak SMP Diikat di Pohon Lalu Dipukuli Karena Dituduh Mencuri Ayam

Anak SMP Diikat di Pohon Lalu Dipukuli Karena Dituduh Mencuri Ayam

Written by on |
Kekerasan Pada Anak

Kekerasan Pada Anak / Shutterstock

Seorang siswa SMP kelas dua warga Tanjungpura, Langkat, Sumatra Utara, menjadi korban penyiksaan tetangganya sendiri lantaran dituduh mencuri seekor ayam, penyiksaan yang diterima korban bernama Diki Wahyudi alias Yudi (14) terbilang kejam, tidak hanya dipukuli, Yudi juga disayat-sayat memakai kaca tajam.

kejadian tragis yang menimpa Yudi berawal saat dia dan dua temannya berencana mengambil pulut manis ke rumah teman mereka yang lain, di tengah perjalanan salah satu teman mereka melempar batu pada seekor ayam dengan maksud iseng semata.

Sial bagi Yudi dan teman-temannya, sang pemilik ayam, Pak Burhan alias Boan (50), marah mengetahui ayamnya dilempar batu, Boan kemudian menghampiri ketiganya dengan membawa parang. Kedua teman Yudi melarikan diri sementara Yudi tidak ikut melarikan diri karena merasa tidak punya salah.

Advertisements

Pak boan yang menuduh Yudi akan mencuri ayamnya kemudian meminta anaknya bernama Fachri (23) dan dua orang temannya bernama Iwan (49) dan Irfan (37) ikut membantu menangkap Yudi yang ketakutan dan menceburkan diri ke kolam.

“yang mendatangi aku bukan cuma Pak Boan, tapi mereka berempat dan mengepungku. Sehingga akhirnya aku mencoba menghindar dan masuk ke dalam kolam bang,” kata Yudi di RSUD Tanjung Pura, Senin (6/10/2014).

Setelah tertangkap oleh Pak Burhan, Yudi lalu dianiaya dengan cara dipukuli dengan kayu dan batu serta disayat-sayat kulitnya dengan kaca. Tidak puas dengan penyiksaan yang dilakukan sebelumnya, Pak Burhan menceburkan Yudi ke dalam kolam lagi lalu mengangkatnya dan mengikatnya di pohon lalu dipukuli lagi.

“Saat diangkat itulah aku dipukuli. Kepala, punggung dan kupingku. Mereka memukuliku dengan kayu, batu, bahkan menyayat punggungku dengan kaca. Aku direndam lagi ke dalam kolam. Habis itu, diangkat lagi. Habis itu, aku diikat di pohon pakai tali pinggang. Di depan orang-orang aku dipukuli lagi,“ terangnya.

Sejam disiksa oleh Pak Burhan, Fachri, Iwan dan Irfan, akhirnya Yudi tidak sadarkan diri kemudian anggota Polsek Tanjung Pura datang ke lokasi penyiksaan Yudi dan membawa Yudi yang pingsan ke RSUD Tanjungpura.

Orang tua korban, pasangan Iwan dan Masitah Nasution mengaku tidak terima dengan perlakuan Pak Burhan terhadap anaknya, saat itu juga Iwan dan Masitah membuat laporan penganiayaan anaknya ke Polsek Tanjungpura.

“Aku gak nyangka bang anakku diperlakukan seperti binatang. Mereka tidak punya prikemanusian. Seolah-olah anakku penjahat besar. Aku berharap pelaku pemukulan anakku dan dihukum setimpal dengan perbuatanya,” kata Masitah seperti dilansir JPNN, Selasa (7/10/2014).

Related Posts.

Leave a Reply