MEDIAJURNAL » Sosial » Ahok Nyatakan Siswa Perokok dan Suka Berkelahi Tidak Diberi Beasiswa

Ahok Nyatakan Siswa Perokok dan Suka Berkelahi Tidak Diberi Beasiswa

Written by on |
Siswa dan Siswi SMP

Siswa dan Siswi SMP / lensaindonesia.com

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mengubah program bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar (KJP) menjadi beasiswa belajar sembilan tahun atau sampai jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP).

Hal tersebut dilakukan Ahok karena KJP yang merupakan bansos mempunyai batasan jangka waktu penggunaan yang tidak boleh lebih dari tiga tahun. Ahok menjelaskan bahwa pemprov DKI tidak hanya mengubah programnya namun juga memperbesar nilai bantuan yang diberikan.

“Karena kalau namanya bansos enggak boleh tiga tahun, sedangkan kalau sampai SMP sembilan tahun. Makanya mau kami ubah jadi beasiswa sebetulnya, dan nilainya lebih besar,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2014)

Advertisements

Menurut Ahok, pemprov DKI akan memberlakukan kebijakan baru itu mulai awal tahun 2015 nanti. Perubahan KJP menjadi beasiswa menurut Ahok bukanlah bertujuan untuk menghilangkan bantuan pendidikan terhadap warga DKI, melainkan hanya perubahan nama dan nominal saja. “Ya nama doang yang dihilangkan. Yang pentingkan duitnya. Pusing amat,” kata Ahok, dikutip dari merdeka.com, Jumat (7/11/2014).

Ahok menerangkan bahwa siswa-siswa yang akan mendapatkan beasiswa pendidikan sembilan tahun diseleksi secara independen oleh pihak sekolah. Syarat-syarat siswa yang mendapatkan beasiswa antara lain, tidak merokok, tidak punya ponsel mahal dan tidak punya motor lebih dari dua.

“Sekolah yang mutusin. Saya sudah keluarin Pergubnya. Kalau punya handphone lebih dari satu juta enggak boleh. Ngerokok enggak boleh. Berantem enggak boleh. Punya uang jajan lebih dari Rp 10 ribu enggak boleh. Punya motor lebih dari dua enggak boleh,” tandasnya.

Related Posts.

Berikan Komentar