MEDIAJURNAL » Bisnis » Agus Martowardojo Tak Ingin Harga BBM Jadi Ajang Pencitraan Jokowi

Agus Martowardojo Tak Ingin Harga BBM Jadi Ajang Pencitraan Jokowi

Written by on |
Agus Martowardojo

Agus Martowardojo / Tempo.co

Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2015 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium jika masih memungkinkan untuk diturunkan harganya.

Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia, menilai permintaan presiden terlalu berisiko untuk dilakukan sekarang. “Tetapi jangan diturunkan pada saat hitung-hitungannya masih belum menunjukkan waktu tepat untuk menurunkan. Nanti yang terjadi hanya sedikit penurunan tetapi kita kehilangan kepercayaan, kehilangan kredibilitas jadi itu yang saya titip,” kata Agus Marto, di gedung BI, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2015.

Menurut Agus Marto, kebijakan untuk menurunkan harga BBM tidak hanya didasari atas kebijakan itu populer atau tidak di masyarakat. Harga BBM, menurut Agus, harus ditentukan dengan hitung-hitungan yang cermat, tak sekadar mencari popularitas atau citra baik. “Maksud saya jangan untuk popularitas tetapi harus betul-betul accountability dan juga mencerminkan kondisi sebenarnya,” terang Agus Marto, dikutip dari Sindo News, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Advertisements

Agus mengingatkan agar pemerintah Presiden Joko Widodo konsisten dalam menentukan harga BBM. Bila sebelummnya disepakati bersama bahwa harga BBM akan ditentukan melalui mekanisme evaluasi setiap beberapa bulan sekali, maka hal tersebut harus tetap dilaksanakan hingga sekarang.

“‎Jadi, kalau mau di-review setiap enam bulan kita harus lakukan dengan disiplin setiap enam bulan di-review dan kalau perlu turun, turun. Kalau perlu naik, ya naik. Tetapi yang penting konsistensi,” pungkasnya.

Related Posts.

Leave a Reply