MEDIAJURNAL » Bisnis » Tenaga Honorer K2 Tidak Jadi Diangkat PNS, IBSW: DPR Cuci Tangan

Tenaga Honorer K2 Tidak Jadi Diangkat PNS, IBSW: DPR Cuci Tangan

Written by on |
Foto PNS

Foto PNS / setkab.go.id

Beberapa waktu lalu, pegawai honorer kategori 2 (K2) di tanah air yang ditaksir berjumlah 440 ribu orang dijanjikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Namun belakangan, janji tinggal janji, anggaran sebesar Rp 16 miliar yang sedianya dipakai untuk mengangkat tenaga honorer K2 menjadi PNS tidak disetujui oleh DPR. “Anggaran pengangkatan honorer K2 tidak ada. Karena beban negara sangat besar, apalagi harus membayar gaji PNS yang 4,5 juta orang,” kata Yuddy belum lama ini, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 26 November 2015.

Menyikapi hal tersebut, Nova Andika, Chairman Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), menilai kegagalan pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi PNS lebih disebabkan oleh keengganan DPR untuk memperjuangkan anggaran kenaikan yang telah diajukan Yuddy Chrisnandijauh-jauh hari.

Advertisements

“Jauh-jauh hari Komisi II DPR RI berjanji untuk membantu persoalan honorer K2, dengan mengawal proses penganggarannya ke Badan Anggaran DPR (Banggar), tapi mana buktinya?” ujar Nova dalam siaran pers di Jakarta, 24 November 2015 lalu.

Nova sangat menyayangkan tidak adanya anggaran dalam APBN 2016 yang memungkinkan pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi PNS. Nova melihat DPR seperti cuci tangan dan melimpahkan segala kesalahan kegagalan pengangkatan tenaga honorer K2 jadi PNS ke Yuddy Chrisnandi saja.

“Bukan malah seperti cuci tangan dan membuang semua persoalan ke Kementerian PAN-RB, khususnya Menteri Yuddy Chrisnandi,” tandas Nova.

Berikan Komentar