MEDIAJURNAL » Bisnis » Tarif Listrik Rumah Tangga R1 1300 VA dan 2200 VA Naik Per 1 April 2015

Tarif Listrik Rumah Tangga R1 1300 VA dan 2200 VA Naik Per 1 April 2015

Written by on |
Petugas PLN

Petugas PLN / nusaonline.com

1 Januari 2015 silam, sedianya tarif listrik untuk dua golongan rumah tangga, yakni R1 berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA mengalami kenaikan. Namun, rencana kenaikan tarif listrik saat itu ditunda atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Setelah terjadi penundaan, tarif listrik untuk dua golongan rumah tangga itu diagendakan akan naik pada 1 April 2015 mendatang. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

“Iya akhir April naik tarif listriknya,” ungkap Jarman sebagaimana diwartakan Merdeka.com, Kamis (5/3/2015).

Advertisements

Meski telah mengonfirmasi kenaikan tarif listrik pada 1 April mendatang, namun Jarman belum bisa memberikan bocoran angka kenaikan tarif tersebut. Hal tersebut lantaran besaran kenaikan masih dalam hitungan dan juga wewenang PT PLN (Persero). “Masih dalam hitungan angka kenaikannya,” terangnya.

Dengan kenaikan tersebut, maka per 1 April 2015 tarif listrik rumah tangga Pelanggan R1 1300 VA dan 2.200 VA sama dengan tarif listrik industri atau mal, yang tidak disubsidi lagi. “Pastinya, bila sudah masuk tarif adjustment, tarif listriknya sudah tidak disubsidi lagi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Jarman menjelaskan ada tiga hal yang mempengaruhi kenaikan tarif listrik, pertama adalah ICP (Indonesian Crude oil Price), yaitu  harga rata-rata minyak mentah Indonesia di pasar internasional, kemudian kurs Rupiah terhadap Dolar AS, dan yang terakhir adalah inflasi.

“ICP, dolar dan inflasi. Paling besar kurs dolar, kalau rupiah menguat ICP turun, tarif listrik tidak disubsidi turun,” tutup dia.”ICP, dolar dan inflasi. Paling besar kurs dolar, kalau rupiah menguat ICP turun, tarif listrik tidak disubsidi turun,” pungkasnya.

Berikan Komentar