MEDIAJURNAL » Nasional » Tak Seperti PDIP dan Jokowi, Maruarar Sirait Tolak Kenaikan Harga BBM

Tak Seperti PDIP dan Jokowi, Maruarar Sirait Tolak Kenaikan Harga BBM

Written by on |
Maruarar Sirait

Maruarar Sirait / indopolitika.com

Meskipun PDIP dalam beberapa hari ini terlihat jelas menekan pemerintah SBY untuk segera menaikan harga BBM namun langkah melawan arus justru ditunjukan oleh Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait menyatakan sikap menolah terhadap wacana kenaikan harga BBM, dia berpendapat, daripada menaikan harga BBM sekarang lebih baik membenahi dulu berbagai masalah di hulu produksi BBM.

“Saya tetap tidak setuju harga BBM naik sebelum berbagai masalah di sektor hulu BBM diselesaikan. Membenahi sektor hulu itu yang mestinya jadi prioritas,” kata Ara, di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (28/8/2014)

Advertisements

Menurut Ara, pada sektor hulu produksi BBN masih banyak kebocoran sehingga pemerintah tidak bisa melakukan efisiensi. Ara berpendapat, Bila kebocoran pada sektor hulu bisa diperbaiki maka baru bisa melakukan pembicaraan terkait harga BBM.

“Kalau sektor hulu BBM, potensi kebocoran dan efisiensi dilakukan, baru dicermati harga BBM,” terangnya, seperti dilansir dari merdeka.com,┬áKamis (28/8/2014).

Ara menyatakan bahwa sebenarnya masih banyak potensi-potensi sumber daya alam Indonesia yang bisa dioptimalisasi sehingga bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap APBN tanpa harus mengorbankan harga BBM.

“Kalau pemerintah serius, masih banyak sumber-sumber APBN yang masih bisa dioptimalisasi.” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana yang juga hadir di press room DPR mengingatkan Ara, bahwa pernyataannya tersebut bisa membatalkan rencana Jokowi untuk mengangkatnya menjadi menteri dalam kabinetnya.

Ara pun menjawab tidak takut, dia memilih untuk tidak jadi menteri daripada kehilangn kepercayaan rakyat. “Lebih baik tidak jadi menteri dari pada kehilangan kepercayaan rakyat.” pungkasnya.

Berikan Komentar