MEDIAJURNAL » Dunia » Suster Cantik Daniela Poggiali Suntik Mati 38 Pasiennya Karena Jengkel

Suster Cantik Daniela Poggiali Suntik Mati 38 Pasiennya Karena Jengkel

Written by on |
Suster Sadis Daniela Poggiali

Suster Sadis Daniela Poggiali / AP Images

Kepolisian Italia akhirnya berhasil menangkap Daniela Poggiali, suster cantik pembunuh 38 pasiennya. Daniela membunuh para pasiennya dengan menyuntikkan kalium klorida ke tubuh korbannya, aksi sadis Daniela terjadi hanya karena dia tidak suka sang pasien atau keluarga pasien yang menurutnya menjengkelkan.

“Pengujian menunjukkan bahwa Calderoni meninggal karena suntikan kalium klorida, zat medis, yang dapat memicu serangan jantung,” ungkap polisi setempat, seperti dilansir dari Russia Today, Rabu (15/10/2014).

Aksi tak berperikemanusiaan Daniela terungkap saat dia mengunggah foto selfienya yang sedang tersenyum dan memberikan acungan jempol di depan pasiennya, Rosa Calderoni (78), yang baru saja disuntik mati olehnya.

Advertisements

Daniela Poggiali ditangkap di rumahnya di daerah Lugo, Italia Utara, akhir pekan lalu. Seperti seorang pembunuh berdarah dingin, saat ditangkap Daniela Poggiali tidak menunjukan wajah cemas atau penyesalan karena telah menghabisi nyawa puluhan orang.

Setelah menangkap wanita 42 tahun itu, polisi berhasil mengungkap lebih dari 30 kasus lain dari kekejaman Daniela. Dari penyelidikan polisi, ke-38 korban Daniela disuntik mati pada tahun 2014, tak kurang 200 orang dikabarkan siap bersaksi atas kekejaman Daniela.

Alessandro Mancini, Jaksa Kepala yang menangani kasus Danieal mengatakan, dirinya tidak terlalu keget dengan sikap dingin Daniela saat ditangkap atau bagaimana Daniela bisa tersenyum dalam foto setelah membunuh pasiennya.

“Saya dapat meyakinkan Anda, selama karir saya, foto semacam ini memang terkadang ditemukan,” terang Alessandro Mancini.

Dari keterangan rekan kerjanya di rumah sakit, Daniela memang dikenal berperangai dingin namun sangat giat dan disiplin dalam bekerja, rekan kerjanya tersebut mengaku sangat kaget Daniela bisa berbuat sekejam itu.

“Sebenarnya dia adalah orang yang sangat disiplin dan bersemangat saat bekerja. Saya tidak menyangka hal ini terjadi,” kata salah satu rekan Daniela.

Berikan Komentar